Kongres PDI Perjuangan
Prasetyo Edi: Pidato Megawati Bangkitkan Semangat Kader PDIP Hadapi Tantangan ke Depan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut masih banyak tantangan yang harus dihadapi partai yang dipimpinnya ke depan.
Bayangkan, jika fenomena disintegrasi pada Pemilu 2019, justru menguat di Pilkada Serentak 2020, dan kemudian menjadi air bah yang tak terbendung. Jika hal itu
terjadi, lalu apa makna dan faedah kemenangan pemilihan umum bagi rakyat, bangsa dan negara.
Saya ingatkan kepada seluruh kader partai, jangan karena ambisi menduduki kursi kekuasaan, lantas membuat lupa daratan.
Kader banteng tidak boleh berprinsip asal menang, lalu mainkan metode teror dan propaganda kebencian dan fitnah.
Jangan kalian merekayasa keyakinan masing- masing sebagai satu-satunya kebenaran mutlak, seolah kebenaran personal dan kelompok adalah kebenaran yang absolut.
Padahal kebenaran absolut hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Strategi seperti itu jelas membahayakan keutuhan bangsa. Ingat anak-anakku, jika strategi itu yang kalian pilih, maka pemilihan langsung oleh rakyat untuk memilih pemimpin, justru akan berujung derita bagi rakyat.
Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,
Demokrasi yang Indonesia anut adalah Demokrasi Pancasila. Dalam Pancasila
demokrasi adalah alat, alat untuk mencapai masyarakat adil makmur yang sempurna. Sedangkan pemilihan umum adalah alat untuk menyempurnakan demokrasi itu. Jadi, pemilihan umum sekadar alat untuk menyempurnakan Demokrasi Pancasila.
Kalau sikap prilaku menebarkan kebencian dan hujatan merajalela karena pemilihan umum, kalau keutuhan bangsa berantakan karena pemilihan umum, kalau tenaga bangsa remuk-redam karena pemilihan umum, maka sesungguhnya demokrasi telah dilumpuhkan.
Jika ada yang memainkan strategi itu dalam pemilihan umum, maka pemilihan umum akhirnya hanya menjadi alat untuk menyeret bangsa ini meninggalkan Pancasila, menjadi alat yang dengan sistematis membuat bangsa ini mengingkari amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Artinya, siapa pun yang menggunakan pola-pola tersebut telah sengaja pula memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dengan sengaja pula melenyapkan Bhinneka Tunggal Ika dari bumi Indonesia.
Saudara-saudara,
Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah! Izinkan saya mengingatkan kembali warisan bagi kita dari para pahlawan, para pendiri bangsa ini.
Mereka wariskan pada kita Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat prinsip tersebut bersifat final and binding, sudah final dan mengikat seluruh elemen bangsa, tidak dapat ditawar-tawar lagi.
Saya tegaskan pula bahwa Pancasila adalah ideologi, jalan hidup bangsa Indonesia. Jangan diperdebat-debatkan lagi! Saya yakin, tidak ada satu pun dari kita yang sedang berupaya “mengakal-akali” pemilihan umum sebagai tumpangan ideologi lain.
Saya percaya, tidak ada satu pun dari kita yang sedang meretas jalan, berkolaborasi dengan siapa pun mereka, yang ingin menggantikan Pancasila.
Rakyat Indonesia yang saya cintai,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-dprd-dki-jakarta-prasetyo-edi-marsudi_1.jpg)