Kehadiran Ahok di Kongres V PDIP: Disebut Khusus oleh Megawati Hingga Jadi Pusat Perhatian

Eriko mengatakan, Megawati sengaja menyebut nama Ahok karena Ahok dinilai sebagai simbol bahwa PDIP memerangi politik identitas

Kehadiran Ahok di Kongres V PDIP: Disebut Khusus oleh Megawati Hingga Jadi Pusat Perhatian
Tribun Network
Basuki BTP Ahok. 

TRIBUNNEWS.COM, SANUR - Ada beberapa pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menjadi sorotan dalam Kongres V PDIP di Bali, Kamis (8/8/2019) kemarin.

Salah satunya ketika Megawati menyebut nama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau BTP atau Ahok.

Baca: Dituding Andre Rosiade Nikmati Fasilitas saat Jadi Staf Ahok, Rian Ernest Kesal : Fitnah Macam Apa?

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi Maruf Eriko Sotarduga hadir dalam acara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Jakarta, Kamis (21/2/2019). Acara tersebut merupakan diskusi publik setelah debat capres yang kedua dengan tema Buntut Siasat Debat Kedua. Tribunnews/Muhammad Fadhlullah
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi Maruf Eriko Sotarduga hadir dalam acara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Jakarta, Kamis (21/2/2019). Acara tersebut merupakan diskusi publik setelah debat capres yang kedua dengan tema Buntut Siasat Debat Kedua. Tribunnews/Muhammad Fadhlullah (Tribunnews/MUHAMMAD FADHLULLAH)

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eriko Sotarduga menyampaikan alasan tersebut.

Eriko mengatakan, Megawati sengaja menyebut nama Ahok karena Ahok dinilai sebagai simbol bahwa PDIP memerangi politik identitas.

"Di tengah esensi pelbagai perbedaan, di tengah sekarang problem radikalisme ya, problem politik identitas, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya prinsip kita saling menghargai, saling bertoleran, saling menghormati," kata Eriko kepada wartawan, Kamis (8/8/2019) malam.

Eriko Sotarduga mengatakan, disebutnya nama Ahok juga menandakan bahwa Megawati tidak melupakan Ahok meski baru tercatat sebagai kader PDIP dan sempat bermasalah dengan hukum.

"Kita tidak pernah meninggalkan beliau, dan tidak pernah mau mengatakan bahwa karena ada hal seperti itu (masalah hukum) dia bukan bagian kita. Nah itu yang ingin ditunjukkan oleh ketua umum kami," ujar Eriko.

Kendati demikian, menurut Eriko, disebutnya nama Ahok tak berarti Ahok akan mendapat tugas atau jabatan khusus di tubuh organisasi PDIP atau pemerintahan.

Menurut Eriko, Ahok belum mempunyai niat untuk kembali berlaga di kancah politik.

Baca: PDIP Tak Mau Memaksa Ahok untuk Kembali ke Politik

PDIP, kata Eriko, menghargai keputusan Ahok.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved