Polri Tegaskan Tim Teknis Novel Baswedan Tak Akan Selidiki Kasus Buku Merah

Diketahui kasus 'buku merah' adalah kasus suap impor daging sapi yang menyeret Basuki Hariman dan Patrialis Akbar.

Polri Tegaskan Tim Teknis Novel Baswedan Tak Akan Selidiki Kasus Buku Merah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal (kiri) bersama Anggota TGPF Hendardi (kanan) memberikan keterangan saat merilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menegaskan tim teknis Novel Baswedan tak akan menyelidiki kasus 'buku merah' sebagai bagian dari pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu. 

Diketahui kasus 'buku merah' adalah kasus suap impor daging sapi yang menyeret Basuki Hariman dan Patrialis Akbar.

"Nggak. Persoalan (buku merah) itu kan sudah final. Tidak ada hal yang tersangkut dengan Novel. Sudah saya katakan tidak ada hubungannya," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019).

Disinggung tidak didalaminya kasus tersebut, mantan Kapolres Bekasi Kota itu mengungkap 6 kasus lain lah yang menjadi latar belakang untuk mengungkap kasus Novel. 

"Segala kemungkinan atau probablitas, ya TPF kan ungkap ada 6 (kasus) high profile ya, yang jadi latar belakang," kata dia. 

Baca: Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Samakan Strategi dan Persepsi

Sebelumnya diberitakan, Novel Baswedan menganggap Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) melupakan satu kasus yang diduga bisa menjadi motif penyerangan dirinya, yaitu kasus suap impor daging dengan tersangka Basuki Hariman.

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel Baswedan menduga ada enam kasus high profile yang diduga menjadi motif serangan balik pelaku terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Diketahui, lima di antaranya merupakan kasus yang ditangani Novel di KPK, yakni dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP); kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar; kasus Mantan Sekjen MA, Nurhadi; kasus korupsi mantan Bupati Buol, Amran Batalipu; dan kasus korupsi Wisma Atlet

Sementara, satu kasus lagi tak ditangani Novel sebagai penyidik KPK. Namun, menurut TGPF, kasus itu patut diduga masih berkaitan, yaitu penembakan pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved