Bamsoet Usul Presiden Dipilih MPR, Pengamat: Itu Sama Saja Merampas Hak Demokrasi Publik

Bambang Soesatyo mengusulkan sosok Kepala Negara alias Presiden RI dipilih langsung oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) seperti Pemilu 1999

Bamsoet Usul Presiden Dipilih MPR, Pengamat: Itu Sama Saja Merampas Hak Demokrasi Publik
BANGKA POS/RESHA JUHARI
PEMUNGUTAN SUARA ULANG - Sebanyak 7 TPS di Bangka Belitung melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) hari ini, Sabtu (27/4/2019). Salah satu TPS itu adalah di TPS 04 Kelurahan Kacangpedang Kecamatan Tamansari Kota Pangkalpinang. (BANGKA POS/RESHA JUHARI) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengusulkan sosok Kepala Negara alias Presiden RI dipilih langsung oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) seperti Pemilu tahun 1999.

Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KODE) Inisiatif, Veri Junaidi memandang usulan tersebut sama saja merampas hak publik.

Malahan menurutnya, jangan sampai proses demokrasi yaBamsoet Usul Presiden Dipilih MPR, Pengamat: Itu Sama Saja Merampas Hak Demokrasi Publikng sudah dibentuk dan dimatangkan oleh para pendahulu bangsa, kemudian kembali diotak-atik tanpa punya dasar kuat.

Apalagi sistem Pemilu saat ini sudah disepakati dalam konstitusi dan secara kontinu dijalankan.

"Justru mengambil hak publik dengan cara presidennya diambil alih melalui pemilihan tidak langsung. Ini yang jadi PR bersama bagaimana proses pemilihan tidak kembali diotak-atik," ungkap Veri di kantornya, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).

Usulan Bamsoet soal Presiden dipilih oleh MPR berangkat dari tiga hal. Pertama, sistem Pilpres dinilai terlalu memakan biaya besar dan jauh dari kata efisien. Kedua, berkaca dari Pilpres kemarin, banyak ancaman soal perpecahan dan polarisasi di tengah masyarakat yang makin tajam.

Baca: Survei Cyrus Network : 72 persen Responden Ingin Pileg dan Pilpres Dipisah

Ketiga, usulan dari mekanisme pemilihan seperti itu secara langsung dapat mengembalikan marwah MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Dari tiga poin latar belakang Bamsoet, Veri menilai para tokoh yang duduk di kursi pemerintahan seharusnya fokus pada bagaimana membuat penyelenggaraan Pemilu lebih efisien, damai, dan demokratis.

Tiga poin tadi juga tidak tepat bila dijadikan sebagai dasar mengubah sistem yang telah ada. Pekerjaan rumah para politisi sesungguhnya adalah bagaimana mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 dengan benar.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved