Jumat, 17 April 2026

Wapres Gibran Dorong Gerakan Ayo Mondok Cetak Santri Melek Digital

Gibran berharap santri yang belajar di pondok pesantren didorong melek digital dan mengikuti perkembangan teknologi.

Penulis: Anita K Wardhani
Editor: Erik S
Istimewa
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming  Raka saat bertemu jajaran pengurus Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok DI Istana Wapres, Jakarta, Kamis (11/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Santri yang belajar di pondok pesantren didorong melek digital dan mengikuti perkembangan teknologi.

Harapan ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat bertemu jajaran pengurus Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok DI Istana Wapres, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Hadir dalam pertemuan, Ketua Gernas Ayo Mondok KH Luqman Harist Dimyathi, Sekretaris Jenderal Gernas KH Zahrul Azhar Asumta, alias Gus Hans beserta segenap pengurus.

Baca juga: 4 Aksi Gibran Rakabuming Raka Bagi-bagi Hadiah: Skincare saat MBG, Motor Listrik di HUT ke-80 RI

"Bapak Wakil Presiden menyatakan dukungannya sekaligus berharap pesantren dapat mengambil peran untuk mengajarkan santri melek digital, utamanya terkait dengan IT, Artificial Intelligence (AI), dan coding," ujar Gus Hans dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).

Gus Hans menyebut, pihaknya akan mengerahkan santri untuk mengikuti pelatihan AI dan coding. Program itu merupakan inisiasi dari pemerintah dan menggandeng pihak swasta.

"Pak Wapres menyampaikan, ada program pelatihan coding dan AI yang bekerja sama dengan swasta, dengan target satu juta anak muda. Kami coba ajukan kuota  dua puluh persen dari kalangan santri untuk mengikuti pelatihan itu," katanya.

Pengasuh Ponpes Darul Ulum Jombang itu menyebut, pihaknya dengan Wapres memiliki persepsi yang sama soal pengembangan santri. Terlebih, kecintaan santri terhadap NKRI tak bisa diragukan lagi.

Sehingga, lanjut dia, untuk memperkokoh pilar bangsa, santri perlu diasah agar bisa adaptif dan berdaya saing

"Pesantren merupakan wadah komplit dalam mencetak generasi muda yang akhlakul karimah, berkemampuan intelektual, dan cinta kepada NKRI," ucapnya.

Sementara itu Ketum Gernas Ayo Mondok Gus Lukman Harist mengungkapkan, Wapres turut mengingatkan agar pesantren kini harus lebih siap menerima kritik dan masukan dari wali murid santri.

"Bapak Wapres mengingatkan bahwa pesantren harus lebih siap menerima kritik maupun masukan. Misalnya dari para wali murid yang sekarang lebih kritis daripada zaman dulu, wali murid kini lebih rigid dan detail," katanya.

Baca juga: Sosok MF, Santri Tewas Usai Ditikam Teman Sekamar, Wafat Memeluk Al-Quran di Musholla

Pertemuan itu menjadi momen Gernas Ayo Mondok untuk menyampaikan rencana rapat koordinasi (Rakor) dengan segenap pengurus dan pimpinan ponpes.

Rakor Gernas Ayo Mondok rencananya digelar pada Oktober 2025. Gus Hans menyebut, Wapres mendukung kegiatan itu.

"Kami juga menyampaikan rencana digelarnya rakor, yang nantinya diikuti para pengurus gernas dan pimpinan pesantren. Nanti akan dikemas dalam silaturahim, berta'aruf, mengenalkan program, dan mensinkronisasikan kebutuhan di lapangan berdasarkan infomasi yang disampaikan pimpinan pondok," jelasnya.

"Rencananya dalam rakor akan diadakan silaturahim antara pimpinan Gernas Ayo Mondok dengan Wapres di Kantor Wapres Oktober nanti," imbuhnya.

Gus Hans menegaskan pembicaraan dengan wapres tak berbicara soal politik. Menurutnya pengembangkan ponpes kini jauh lebih penting.

"Pertemuan ini tak sedikitpun membicarakan soal politik, karena ini murni fokus pengembangan pesantren di Indonesia," jelasnya. 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved