Kemendikbud Sebut SK Pemecatan 1.695 Guru di Sumut Telah Dibatalkan

Sementara terkait status guru yang belum menempuh pendidikan SI itu, kata dia merupakan tanggung jawab pemerintah daerah

Kemendikbud Sebut SK Pemecatan 1.695 Guru di Sumut Telah Dibatalkan
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutk SK pemberhentian atau pemecatan guru yang belum menempuh Strata SI sebanyak 1.695 orang di Simalungun, Sumatera Utara telah dibatalkan.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano dalam konferensi pers kepada awak media di Ruang Rapat Ditjen GTK Kemendikbud, Senin (12/8/2019).

Baca: Cinta Ditolak, Oknum Guru Honorer Penyuka Sesama Jenis di Tanjungpinang Ikat Korban dan Lakukan Ini

"Sudah dibatalkan. Sudah ada pembatalan semua SK, tanggal 7 dikirim tanggal 8 sudah ada SK pencabutan, yang dicabut itu ada tiga nomor SK dicabut kalau nggak salah," ungkap Supriano.

Ia mengatakan, pembatalan pemecatan guru tersebut setelah pihaknya melakukan diskusi kembali.

Sehingga pembatalan SK pemecatan itu dikeluarkan.

Sementara terkait status guru yang belum menempuh pendidikan SI itu, kata dia merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

"Itu kewajiban pemerintah daerah, kan didalam undang-undang itu kan kewajiban pemerintah pusat dan pemeriblntah daerah, sekrang ada kebijakan perintah daerah yang melakukan itu," ucapnya.

Ia menuturkan, sebanyak 1.695 guru tersebut ingin melanjutkan pendidikan SI. Hanya saja, kata dia, mereka tidak bisa lanjut karena ada beberapa alasan, di antaranya adalah tidak bisa karena ada anaknya yang menempuh pendidikan di perguruan Tinggi.

"Memang ada guru yang tidak mau karena ada anaknya yang masih kuliah ada juga yang fokus jerka, itu kan alami ya, artinya mereka sendiri siap, tapikan pemenuhan SI itu Undang-Undang harus dipenuhi," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved