HUT Kemerdekaan RI

Terpilih jadi Paskibraka Nasional, Tri Rela Sebulan Penuh Tanpa Gawai

Sesama anggota bisa saling mengenal selama masa karantina. Ini adalah buah dari peraturan yang ditegakkan di sana, yaitu anggota

Terpilih jadi Paskibraka Nasional, Tri Rela Sebulan Penuh Tanpa Gawai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2019 berlatih baris berbaris saat mengikuti Diklat Paskibaraka Nasional 2019 di Cibubur, Jakarta, Selasa (30/7/2019). Sebanyak 68 siswa yang menjadi anggota Paskibraka terus menjalani pelatihan yang diperisapkan untuk mengibarkan bendera pusaka di hari peringatan kemerdekaan RI 17 Agustus 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Tri Setya Negara Putri (16) sedang duduk di tangga lapangan PP PON Cibubur, Jakarta Timur memanfaatkan waktu istirahat asar.  Waktu menunjukkan pukul 15.30 WIB pada hari kelima pendidikan dan latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional 2019.

Tri, sapaan akrabnya, adalah satu dari 68 anggota Paskibraka 2019. Tri berasal dari Rengat, Riau. Kesempatan menjadi anggota Paskibraka sangat berkesan bagi dirinya.

Sesama anggota bisa saling mengenal selama masa karantina. Ini adalah buah dari peraturan yang ditegakkan di sana, yaitu anggota dilarang menggunakan ponsel selama diklat.

Baca: Yenny Wahid: Enzo Allie Tetap Perlu Pengawasan Dan Bimbingan Khusus Selama Jalani Pendidikan

"Memang selama karantina semua anggota Paskibraka tidak boleh menggunakan handphone," tutur Tri kepada Tribun Network beberapa waktu lalu.

Dia tahu tujuannya mengikuti diklat Paskibraka tidak untuk main-main. Tri bertekad membanggakan sekolahnya, daerah asal dan negara. "Kalau untuk memecah kebosanan, kami mengobrol, curhat dan cerita kepada kawan-kawan berhubung kami berbeda provinsi, bahkan beda sekolah," ujar Tri.

Tujuan dari pelarangan penggunaan gawai, termasuk ponsel, selama masa karantina anggota Paskibraka adalah supaya mereka fokus dalam berlatih. Fokus dalam latihan adalah hal yang penting karena tugas mereka sangat vital pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 di Istana Negara pada Sabtu (17/8) mendatang.

Baca: Jokowi Sudah Pilih Menteri Muda, Ada yang Usianya Dibawah 30 Tahun

"Mereka ini orang-orang yang terpilih dan kami, pembina, sudah membuat aturan soal handphone. Tidak ada komunikasi dengan dunia luar," ujar Pembina Paskibraka Wahyu Saputra kepada Tribun Network.

Para anggota Paskibraka harus meninggalkan gawai-gawai mereka selama satu bulan. Rangkaian kegiatan ini berawal dari 25 Juli sampai 25 Agustus 2019.

"Bahkan saat istirahat sama sekali tidak ada komunikasi dengan dunia luar. Nanti saat kegiatan selesai kami bagikan kembali," jelas Wahyu.

Baca: Hadiri Peringatan HUT Kalsel, Menteri Arief Tegaskan Dukungan Kemenpar

Meski harus meninggalkan gawai mereka selama sebulan penuh, para anggota Paskibraka tetap menjalankan kewajibannya secara antusias. Panitia diklat berusaha mencari cara agar para generasi muda ini tidak mengalami kebosanan selama karantina.

"Kami telah menyiapkan semuanya, termasuk fasilitas. Kemarin kami dan anggota baru saja melakukan kegiatan outbound supaya tidak bosan serta menjaga kekompakan mereka," tutur Wahyu.

Rafi Ahmad Falah, seorang anggota Paskibraka asal Banten, mengatakan aturan tersebut tidak bermasalah. Kesempatan berbagi cerita dengan sesama anggota Paskibraka bisa menggantikan kehadiran gawai.
"Saya tidak pernah kecanduan gawai. Di sini saya banyak bercerita dengan kawan lain, jadi tidak ada masalah," ujar Rafi.

Baca: Kisah 40 Tahun Pertemanan Retno Marsudi dan Sri Mulyani, dari Bangku SMA Sampai Kabinet Kerja

Menurut Rafi aturan dibuat untuk diikuti. Rafi mengatakan aturan ini ada demi satu tujuan yang sama dari semua anggota.  "Kami ingin membuat bangga semua pihak. Orangtua, sekolah, daerah dan negara. Itu tujuan kami. Oleh karena itu, ini tidak jadi soal untuk saya pribadi," kata Rafi.

Penulis: Reza Deni
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved