Polri Catat Ada 100 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan dengan 87 Tersangka

Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat dari 68 kasus menjadi 100 kasus.

Polri Catat Ada 100 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan dengan 87 Tersangka
TRIBUN PEKANBARU/TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Tim gabungan berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tidak jauh dari gerbang masuk Camp Flying Squad WWF dan guest house Balai TNTN, Desa Lubuk Kembang Buga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (13/8/2019). Terdapat sekitar 40 hektare hutan dan lahan yang terbakar disana dan 40 hektare lagi di Desa Bukit Kusuma. Akibat kebakaran itu, sebanyak delapan ekor gajah jinak di camp tersebut terpaksa diungsikan karena menderita stres. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan daftar terduga pelakunya terus meningkat.

Semula tercatat hanya 61 tersangka (60 orang dan 1 korporasi) dari 68 kasus, kini menjadi 87 tersangka dari 100 kasus.

"Total semua kasus menjadi 100 tentang Karhutla yang ditangani Polda Riau, Polda Jambi, Polda Kalbar, dan Polda Kalteng. Untuk Polda Sumsel dan Polda Kalsel masih nihil. Tersangka mengalami peningkatan menjadi 87 tersangka, terdiri dari 86 individu dan satu korporasi," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Baca: Perkenalkan Kevin van Kippersluis, Tandem Baru Ezechiel NDouassel di Persib Bandung: Ini Profilnya

Baca: Nicholas Saputra Sebut Anak-anak Berhak Jadi Diri Sendiri Saat Dewasa Nanti

Baca: Dua Pria Jabar Catut Nama Pejabat Polda Jatim Ini Peras 3 Pengusaha Gresik, 2 Korban Gagal Ditipu

Hingga hari ini, ia menjelaskan peningkatan kasus Karhutla terjadi khususnya di wilayah hukum Polda Riau dan Polda Kalimantan Barat.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan di Riau awalnya terjadi 29 kasus, kemudian meningkat menjadi 35 kasus.
Jumlah tersangkanya pun turut meningkat menjadi 34 individu dan satu korporasi.

"Untuk Polda Kalbar dari sebelumnya 14 kasus menjadi 26 kasus. Jumlah tersangka dari 18 menjadi 30 tersangka. Di Kalbar belum ditemukan (pelaku dari pihak) korporasi karena kelalaian atau unsur kesengajaan baik di hutan dan lahan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, 60 orang dan satu korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh kepolisian hingga Minggu (11/8/2019) kemarin.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan 61 tersangka itu diketahui dari 68 kasus di empat provinsi yang berbeda di Indonesia.

Baca: Viral Seorang ART Mencampurkan Obat Alergi yang Mengandung Alkohol ke Dalam Susu Anak Majikannya

"Untuk penanganan kasusnya sampai tanggal 11 Agustus sudah ada kurang lebih 68 kasus yang terkait karhutla. Semuanya (tersangka) ada 61 tersangka," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).

Adapun empat provinsi yang dimaksud Dedi antara lain kasus karhutla di Riau, Jambi, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ia mengatakan kepolisian juga fokus menjaga dua provinsi lain yakni di Sumatera Selatan (Sumsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun hingga saat ini belum ada kasus dan tersangka terkait karhutla di kedua provinsi tersebut.

"Polda Riau ada 29 kasus dengan 20 tersangka, dan untuk luas area terbakar seluas 204,9 hektar. Kemudian Polda Sumsel masih nihil kasus dan juga tersangka masalah Karhutla. Jambi ada 4 kasus dengan 2 tersangka dan luas lahan yang terbakar 42 hektar. Kalbar ada 14 kasus dengan 18 tersangka, dan luas areal terbakar 20,4 hektar," kata dia.

"Kemudian Kalimantan Tengah ada 22 kasus dengan 21 tersangka, dan luas areal terbakar 34,48 hektar. Untuk Kalsel, sampai dengan saat ini masih nihil," imbuhnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan bahwa proses hukum beberapa tersangka telah dilimpahkan berkasnya ke Kejaksaan. Sedangkan sisanya masih dalam proses penyelidikan, penyidikan ataupun telah siap dilakukan proses persidangan.

"Untuk Polda Riau ada 13 kasus dilimpahkan ke JPU, berkas artinya sudah selesai. Kemudian di Polda Kalimantan Barat ada 2 kasus, Polda Kalimantan Tengah ada 1 kasus, itu juga sudah tahap 2. Yang lainnya masih dalam proses sidik," tukasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved