Pidato Kenegaraan

Tuai Pujian Jokowi, BPK Diminta Jangan Cepat Puas Diri

Dalam pidato sidang MPR, Jokowi menyebut BPK telah berhasil mengembalikan kas dan aset negara sebesar Rp4,38 triliun.

Tuai Pujian Jokowi, BPK Diminta Jangan Cepat Puas Diri
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Sasak NTB saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). Pada pidatonya tersebut Jokowi menyampaikan izinnya untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutive Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Tubagus Alvin Harasandi, menilai tepat pernyataan Presiden Joko Widodo soal pujian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga negara yang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Menurut Tubagus, apresiasi dari orang nomor satu di Indonesia itu menandakan BPK sudah bekerja baik dan tak lepas dari para anggota yang cekatan dan amanah.

"Pujian dari Presiden tentu buah dari kerja keras seluruh anggota BPK, tidak hanya buah profesionalitas namun juga buah integritas para anggota BPK," kata dia, dalam keterangannya, Sabtu (17/8/2019).

Baca: HUT Ke-74 RI, Jokowi: Keutuhan NKRI Jangan Dikorbankan Hanya Karena Pilpres

Dalam pidato sidang MPR, Jokowi menyebut BPK telah berhasil mengembalikan kas dan aset negara sebesar Rp4,38 triliun.

Namun demikian, BPK diminta tidak cepat berpuas diri menerima pujian.

Melainkan harus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja.

"Hasil kinerja anggota BPK yang diapresiasi Joko Widodo termasuk yang masih menjabat saat ini dan kembali ikut seleksi sebagai calon anggota BPK lagi, bisa jadi pertimbangan bagi Komisi XI saat melakukan pemilihan anggota BPK nantinya," kata Tubagus menegasi.

Baca: Daftar Nama 68 Anggota Paskibraka serta Formasi Tim Merah yang Bertugas saat Upacara HUT ke-74 RI

Ia berharap, Komisi XI DPR RI benar-benar mempertimbangkan para calon anggota BPK khususnya para calon dari petahana yakni Harry Azhar dan Achsanul Qosasi yang akan menjalani fit dan proper test.

Karena kata dia, mereka berdua bagian dari pujian yang diberikan Presiden.

Artinya, mereka mempunyai kinerja memuaskan dan tinggal melanjutkan saja tanpa perlu adaptasi ketika terpilih kembali.

"Sudah barang tentu apa yang menjadi harapan Presiden saya yakin sama dengan seluruh rakyat Indonesia, bahwa pujian ini bukan untuk berpuas diri, namun untuk dipertahankan dan terus ditingkatkan," tambahnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved