Kasus Makar

Berkas Perkara Kepemilikan Senjata Api Ilegal Kivlan Zen Dinyatakan Lengkap Kejaksaan

Berkas perkara kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Berkas Perkara Kepemilikan Senjata Api Ilegal Kivlan Zen Dinyatakan Lengkap Kejaksaan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan Zein diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berkas perkara kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Kasus kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen dinyatakan sudah lengkap," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, ketika dikonfirmasi, Selasa (20/8/2019).

Argo Yuwono mengatakan berkas perkara Kivlan Zen dinyatakan lengkap pada 16 Agustus 2019, setelah sebelumnya penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara pada 5 Juni 2019.

Baca: Kisah Usaha Putri Tukarkan Uang Rusak yang Dimakan Rayap di Bank

Baca: Tak Hanya Menyehatkan, Kimchi Ternyata Juga Bisa Mencegah Kebotakan, Ini Penjelasannya

Baca: Bareskrim Tangkap Otak Sindikat Penipu Online Internasional yang Gasak Uang Hingga Rp 113 Miliar

Setelah dinyatakan lengkap, Kivlan Zen selaku tersangka bersama barang buktinya akan segera diserahkan kepada Kejati DKI Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Lebih lanjut, Argo menegaskan penyerahan Kivlan Zen kepada pihak Kejati DKI Jakarta tergantung penyidik.

"Kapan diserahkannya biar penyidik yang atur," ujarnya.

Praperadilan

Tersangka kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen akan melakukan perlawanan secara hukum kepada kepolisian dengan kembali mengajukan praperadilan pasca-gugatan praperadilan pertamanya ditolak hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dia akan mengubah strategi dengan memecah empat objek gugatan praperadilan pertamanya ke dalam empat gugatan praperadilan.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved