JK Pesan ke UAS, Dakwah Harus Damai

JK menuturkan, penyampaian dakwah baik di ranah privat maupun publik tak sampai melebar atau menyinggung pihak lain, bahkan sampai menimbulkan perseli

JK Pesan ke UAS, Dakwah Harus Damai
TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla berpesan kepada para pendakwah termasuk Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk menyampaikan materi dakwah yang damai dan menyejukkan.

Sebelumnya beredar potongan video ceramah UAS yang dianggap menyudutkan agama lain viral di media sosial. Bahkan, UAS dilaporkan ke pihak kepolisian dengan dugaan penistaan agama.

"Kemarin saya sudah sampaikan dakwah juga harus damai. Harus menjadikan seluruh negeri ini rahmatan lilalamin," ujar JK di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Baca: Australia Buang Limbah Radioaktif di Malaysia, Koalisi Pakatan Harapan Pecah

JK menuturkan, penyampaian dakwah baik di ranah privat maupun publik tak sampai melebar atau menyinggung pihak lain, bahkan sampai menimbulkan perselisihan.

"Momennya di mana, otomatis memang masing-masing orang berbicara pasti bicara tentang keyakinannya. Tidak mungkin sama, cuma bagaimana dakwah itu selain itu jangan jadi melebar. Jangan sering tabrakan," jelas dia.

Dalam video itu ia mengatakan bahwa dalam hukum Islam, salib adalah tempat bersarang jin kafir.

Baca: Cerita Kasetpres Soal Mobil Jokowi Kerap Mogok

Menurut dia, pernyataan tersebut keluar karena menanggapi pertanyaan salah satu anggota jamaahnya dalam salah satu sesi ceramaah yang berlangsung pada tiga tahun lalu.

UAS sendiri telah mengklarifikasi bahwa ia hanya menjawab pertanyaan, bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved