Regulasi Jadi Pengganjal Perekrutan Rektor dan Dosen Asing

Nasir mengatakan bahwa dirinya belum mau mencanangkan target peringkat dunia bagi Universitas Siber Asia sebagai universitas yang baru

Regulasi Jadi Pengganjal Perekrutan Rektor dan Dosen Asing
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat ditemui dalam acara peresmian Pilot Project Pengolahan Sampah Proses Termal (PLTSa Bantargebang), di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/3/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengaku masalah regulasi masih menjadi hambatan dalam penerapan perekrutan rektor atau dosen asing di perguruan tinggi negeri.

Sementara dirinya sudah memperkenalkan dosen asing pertama bernama Profesor Jang Youn Cho yang akan memimpin perguruan tinggi swasta baru bernama Universitas Siber Asia sebagai kerja sama antara Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) dan Hankuk University of Foreign Studies.

“Untuk diterapkan di perguruan tinggi negeri memang masih belum bisa karena regulasi. Ini sedang kami siapkan dan mudah-mudahan selesai di akhir 2019,” ungkapnya ditemui di Kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019).

Baca: Maksimalkan Keterampilan Kerja Sejak Kuliah, UPH Luncuran Fasilitas ProActive Zone Co-op Education

Menurut Nasir jika perekrutan dosen asing bisa diterapkan di universitas negeri maka dirinya menantang dosen atau rektor asing dan perguruan tinggi yang bersangkutan untuk dapat mencapai peringkat 100 dunia.

Terutama bagi perguruan tinggi Indonesia yang sudah masuk peringkat 500 dunia.

“Kalau nanti bisa dilakukan oleh perguruan tinggi negeri terutama yang masuk 500 besar kami akan pasang target bisa tidak lima tahun mendatang masuk 200 atau 100 besar dunia,” tegasnya.

Nasir mengatakan bahwa dirinya belum mau mencanangkan target peringkat dunia bagi Universitas Siber Asia sebagai universitas yang baru yang akan dipimpin oleh rektor asing pertama di Indonesia.

Bagi dia yang lebih penting adalah memperkenalkan universitas tersebut terlebih dahulu.

Baca: Gaya Asuh Orangtua Milenial, Pasangan Selebritis Niar Prianita dan Adama Abraham

“Universitas baru langsung masuk 100 besar dunia kan tidak mungkin, saya tak ada target, yang penting mengenalkan terlebih dahulu. Karena namanya Universitas Siber Asia mahasiswanya bisa dari Asia, Afrika, Amerika Serikat, dan mahasiswa asal Indonesia otomatis akan lebih banyak,” ucapnya.

Nasir menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan di Universitas Siber Asia akan dijalankan berbasis pada jaringan teknologi.

Halaman
12
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved