Rusuh di Papua

Mabes Polri: BKO Brimob ke Papua untuk Jamin Keamanan

Untuk diketahui, sebanyak tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 300 personel Brimob Polda Riau dikirim ke Papua untuk membantu pengamanan.

Mabes Polri: BKO Brimob ke Papua untuk Jamin Keamanan
Tribunnews.com/Banjir Ambarita
Brimob masih berjaga-jaga di Jayapura, Jumat (30/8/2019) siang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Mabes Polri memerintah beberapa Polda untuk mengirim personel Brimob dalam rangka membantu pengamanan wilayah di Papua pasca unjuk rasa yang berujung rusuh di sejumlah titik.

Untuk diketahui, sebanyak tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 300 personel Brimob Polda Riau dikirim ke Papua untuk membantu pengamanan.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto mengatakan keberangkatan personel Brimob merupakan penugasan langsung dari Mabes Polri.

Menyoal berapa lama mereka bakal bertugas, dilibatkan dalam Bawah Kendali Operasi (BKO) pengamanan di Papua, Sunarto mengatakan itu diatur oleh Mabes Polri.

Baca: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Polisi: 5 Korban Tewas Hangus Terbakar

Tidak hanya Polda Riau, sebanyak 252 personel Brimob Polda Kepri juga dikirim ke Papua untuk mempertebal pengaman di Bumi Cenderawasih itu.

Hal yang sama sebanyak 250 personel Brimob Polda Jambi turut dikirim ke Papua. Termasuk pula, Polda Kalbar mengirimkan 180 personel Brimob ke Papua.

Baca: Aulia Kesuma Kenal Suaminya di Facebook, Kemudian Menikah, dan Berakhir Pembunuhan

Dikonfirmasi ke Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo soal banyak warga Papua yang merasa terkungkung karena banyaknya personel keamanan disana. Dedi menjawab itu semata-mata demi menjaga keamanan bukan untuk maksud lainnya.

"Kehadiran TNI dan Polri yang ada di Papua dan Papua Barat itu untuk menciptakan kondisi di Papua dalam keadaan aman dan damai," imbuh Dedi, Senin (2/9/2019) di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca: Tolak Ajakan Tidur Produser di Awal Karier, Inul Daratista Hanya Diberi Amplop dan Diusir

"Juga kehadiran di sana bekerja sama dengan pemerintahan daerah tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda meberikan edukasi ke masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu berita yang sifatnya provokasi," tambah Dedi.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved