Jumat, 15 Mei 2026

Cerdas Cermat 4 Pilar MPR

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tolak Ikut Final Ulang LCC Empat Pilar

Sosok Indang Maryati tengah menjadi sosok publik setelah menolak SMAN 1 Pontianak untuk ikut tanding ulang LCC Empat Pilar Provinsi Kalbar.

Tayang:
Tangkapan layar dari akun Instagram @smansaptk.informasi
SOSOK - Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, tengah menjadi sorotan setelah menolak putusan MPR untuk mengulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar. Penolakan itu yakni dengan memutuskan bahwa sekolah yang dipimpinnya tidak akan mengikutinya. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Sekolah, Indang Maryati, tengah disorot publik setelah menyatakan menolak SMAN 1 Pontianak untuk ikut tanding ulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
  • Salah satu alasan penolakan yakni bahwa pihaknya sebenarnya tetap menghormati segala hasil akhir dari kompetisi tersebut.
  • Dia menegaskan protes yang disampaikan anak didiknya semata-mata hanya untuk mengklarifikasi keputusan juri dan bukannya menganulir hasil lomba.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati menyatakan tidak akan mengikuti babak final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar.

Diketahui, keputusan ini berawal dari polemik dalam LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang digelar di Kota Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).

Kala itu, peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemerika Keuangan (BPK).

Lalu, juri menyatakan jawaban tersebut salah. Namun, ketika peserta lain asal SMAN 1 Sambas menjawab persis sama, justru dinyatakan benar oleh juri.

Pada momen itu, peserta dari SMAN 1 Pontianak yang bernama Josepha Alexandra mengajukan protes.

Namun, juri menolak untuk mengabulkan protes tersebut dengan alasan keputusannya bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Lalu, juri lain mengingatkan kepada peserta agar memperhatikan artikulasi saat menjawab pertanyaan agar dapat didengar dengan jelas oleh juri.

Kembali lagi ke pernyataan Indang, dia mengungkapkan alasan pihaknya untuk tidak mengiktui babak ulang final tersebut karena protes yang diajukan oleh peserta SMAN 1 Pontianak bukan untuk menganulir hasil akhir dari lomba.

Namun, ia menegaskan protes diajukan untuk meminta klarifikasi dan penjelasan dari juri terkait keputusan yang telah diambil.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," kata Indang dalam pernyataan resminya dikutip dari akun Instagram SMAN 1 Pontianak, Kamis (14/5/2026).

"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," sambungnya.

Indang pun menyatakan sekolah yang dipimpinnya tetap mendukung SMAN 1 Sambas yang akan mewakili Provinsi Kalbar untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Dia menyatakan sikap ini menjadi wujud pihaknya menghormati seluruh hasil akhir dari kompetisi tersebut.

"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyammpaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," ujarnya.

Dalam pernyataaan penutupnya, Indang menyatakan pihaknya akan tetap mengikuti LCC Empat Pilar tahun 2027 meski pada tahun ini berujung adanya polemik.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved