Politisi Senayan Ditangkap KPK

Direktur PT Petrokimia Gresik: Nama Saya Dicatut Bowo Sidik

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, membantah bertindak sebagai inisiator dari perkara kasus dugaan gratifikasi Bowo Sidik Pangarso

Direktur PT Petrokimia Gresik: Nama Saya Dicatut Bowo Sidik
Tribunnews/Irwan Rismawan
Anggota DPR RI nonaktif, Bowo Sidik Pangarso memberikan kesaksian dalam sidang kasus suap terkait kerja sama pengangkutan pupuk dengan terdakwa Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019). Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan sejumlah saksi di antaranya anggota DPR RI nonaktif, Bowo Sidik Pangarso yang juga merupakan tersangka dalam kasus tersebut. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, membantah bertindak sebagai inisiator dari perkara kasus dugaan gratifikasi anggota DPR fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, mengenai kerjasama bidang pelayaran antara PT Humpuss Transportasi Kimia dengan PT Pilog.

Dia mengklaim namanya dicatut Bowo Sidik Pangarso yang kini duduk di kursi terdakwa.

Hal ini disampaikan saat memberikan keterangan sebagai saksi di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca: Istana: Sudah Dikalkulasi, Memang Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik

"Semua sudah saya sampaikan di muka persidangan. Intinya, nama saya dicatut terdakwa tanpa bukti-bukti jelas," kata dia, dalam persidangan.

Dia mengaku mengenal Bowo Sidik pada saat menjabat sebagai Direktur SDM Petrokimia Gresik.

Pada waktu itu, Bowo yang masih aktif sebagai anggota Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Petrokimia Gresik, pada 4 Agustus 2016.

Setelah itu, sampai Rahmad menyelesaikan jabatan sebagai Direktur SDM Petrokimia Gresik, mereka tidak pernah bertemu.

Baca: Polisi Pastikan Kasus Pembantu Rumah Tangga Tewas Digigit Anjing Bima Aryo Tetap Berjalan

Hingga, akhirnya mereka kembali bertemu pada 31 Oktober 2017.

Soal pertemuan tersebut hanya terjadi satu kali di sebuah restoran dengan agenda makan siang.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved