Rusuh di Papua

PDIP Beda Pandangan Terkait Pembatasan WNA di Papua

Justru, yang dikhawatirkan adalah konspirasi internasional yang terlibat dalam gejolak di Papua.

PDIP Beda Pandangan Terkait Pembatasan WNA di Papua
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Effendi Simbolon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI F-PDI Perjuangan Effendi Simbolon memiliki pandangan tersendiri terkait pembatasan Warga Negara Asing (WNA) di Papua.

Pembatasan ini menyusul unjuk rasa berujung rusuh dan adanya temuan WNA asing yang ikut terlibat kerusuhan.

Jika politikus lainnya menyetujui pembatasan WNA, Effendi menilai hal tersebut tak perlu dilakukan pemerintah.

Ia mengatakan kehadiran WNA di Papua tidak mempengaruhi kondisi di Papua.

Baca: Pengakuan Sebenarnya Dokter yang Otopsi Jasad Para Korban G30S/PKI, Tak Seperti yang Diberitakan

Justru, yang dikhawatirkan adalah konspirasi internasional yang terlibat dalam gejolak di Papua.

"Enggak perlu lah (pembatasan WNA), engga perlu itu kita kan caranya bukan hanya secara fisik, tegas, ada cara diplomasi cara intelegen, harus extraordinary," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

"Tidak perlu, karena bukan masalah kehadiran fisiknya tapi pelibatan konspirasi internasional memang sudah sangat luar biasa," sambungnya.

Menurutnya, pembatasan WNA di Papua tidam ada gunanya.

Ia malah meminta pemerintah untuk memikirkan ulang pemberian bebas visa.

Baca: Komisi III dan VIII DPR Akan Lakukan Sinkronisasi RUU PKS dan RKUHP

Karena menurutnya, hal itu membuat tak terkontrolnya WNA yang masuk ke Indonesia.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved