Tak Terbukti Sebar Hoax Bom Bandara di Penang, WNI Dibebaskan

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) sama sekali tidak melihat bukti ia terlibat atas penyebaran info palsu tersebut.

Tak Terbukti Sebar Hoax Bom Bandara di Penang, WNI Dibebaskan
TribunJatim.com/ ist
Ilustrasi bom 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seorang perempuan WNI dibebaskan dari segala tuduhan dalam kasus penyebaran hoax bom di Bandara Internasional Penang, pada 9 Agustus lalu.

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) sama sekali tidak melihat bukti ia terlibat atas penyebaran info palsu tersebut.

"WNI perempuan telah dibebaskan pihak PDRM (Polisi Diraja Malaysia)," ungkap pelaksana tugas harian (plh) Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Joedha Nugraha, saat dihubungi Tribun, Sabtu (7/9/2019).

Perempuan tersebut ditangkap dan sempat ditahan selama 24 jam pada akhir bulan lalu.

Baca: Polda Jatim Blokir Nomor Rekening Pribadi Veronica Koman, Akun Media Sosial Hingga Paspor

Namun setelah dimintai keterangan mendalam, perempuan itu akhirnya dibebaskan.

Ia menuturkan, selama diperiksa oleh PDRM, KBRI Penang melakukan pendampingan.

"Polisi telah menutup kasus ini karena tidak ditemukan bukti ataupun fakta bahwa ybs terlibat dalam kasus hoax bom," lanjut Joedha.

Dilansir dari media setempat, seorang wanita asal Indonesia dan dua orang Malaysia ditangkap kepolisian Malaysia, pada Jumat (30/8/2019) lalu.

Aparat Kepolisian dari Balik Pulau Inspektur Polisi A Anbalagan mengatakan mereka ditangkap atas dugaan terlibat dalam kasus hoaks bom di Bandara Internasional Penang, pada 9 Agustus lalu.

Awalnya dua pria tersebut melakukan panggilan Prank atau bercanda kepada personel bandara, bahwa ada bom di konter Check-in, dengan harapan wanita itu akan menunda penerbangannya ke Medan, Indonesia.

"Panggilan telepon (prank) itu dilakukan melalui nomor telepon yang sudah didaftarkan atas nama wanita tersebut. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa hoaks bom itu murni urusan pribadi dan tidak ada unsur kriminal di dalamnya," kata personil keamanan setempat.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved