Kata Komisi III DPR soal Pro Kontra Irjen Firli: Kami Tak Bisa Senangkan Semua Pihak

Wakil Ketua Komisi III, Erma Suryani Ranik mengatakan bahwa pro dan kontra terhadap Capim KPK merupakan hal yang lumrah

Kata Komisi III DPR soal Pro Kontra Irjen Firli: Kami Tak Bisa Senangkan Semua Pihak
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana pemilihan Capim KPK oleh Komisi III DPR melalui mekanisme voting di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/9/2019) dini hari. Melalui mekanisme voting dengan jumlah suara sah sejumlah 56 terpilih 5 capim KPK yaitu Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, dan Lili Pintauli Siregar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri dipilih Komisi III DPR RI sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) periode 2019-2023.

Firli Bahuri dipilih menjadi Ketua KPK melalui musyawarah setelah sebelumnya dipilih menjadi komisioner KPK melalui sistem voting.

Baca: Terpilih Jadi Ketua KPK, Mabes Polri Nilai Firli Miliki Pengalaman Baik di Sumsel

Baca: Soal Firli Terpilih Jadi Ketua KPK, Begini Komentar Jokowi

Kapolda Sumatera Selatan sekaligus calon pimpinan KPK, Irjen Pol Firli Bahuri usai melaksanakan tes pembuatan makalah di Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).
Kapolda Sumatera Selatan sekaligus calon pimpinan KPK, Irjen Pol Firli Bahuri usai melaksanakan tes pembuatan makalah di Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). (Tribunnews.com/ Rizal Bomantama)

Pernyataan Wakil Ketua KPK, Saut Sitomorang bahwa Firli diduga melanggar etik berat saat menjabat Deputi Penindakan KPK tidak dihiraukan seluruh anggota Komisi III.

56 anggota Komisi III seluruh memilih, Jenderal Bintang dua itu.

Wakil Ketua Komisi III, Erma Suryani Ranik mengatakan bahwa pro dan kontra terhadap Capim KPK merupakan hal yang lumrah.

Komisi III menurutnya, tidak bisa menyenangkan hati semua pihak.

"Ya biasa lah namanya pemilhan pro dan kontra, kita kan enggak bisa menyenangkan hati orang, kita sudah bilang 5 pimpinan ini menurut kita, komposisi paling baik, komposisi seusai UU, kalau pro dan kontra menurut kami Komisi 3 biasa lah itu, engga mungkin bisa menyenangkan hati orang," katanya di Kompleks Parlemen, Jumat, (13/9/2019).

Dalam Uji kelayakan dan Kepatutan Capim KPK, pada Kamis tengah malam, Firli sempat ditanya mengenai dugaan pelanggaran etika berat, karena bertemu dengan pihak yang berperkara, yakni Tuan Guru Bajang (TGB).

Firli juga disebut bertemu dengan salah satu ketua Umum Parpol.

"Masalah pro dan kontra itu kita sudah selesai, kita lihat lembaran baru, kita lihat pimpinan KPK ini bersinergi dengan pemerintah, bisa bersinergi dengan lembaga legislatif dan dengan yudikatif," kata Ketua Komisi III, Aziz Syamsuddin.

Sebelumnya Firli mengakui bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kawasan Senayan, Jakarta.

Pertemuan tersebut menurut Firli terjadi secara tidak sengaja.

Ia hadir atas undangan Wakabareskrim Komjen Antam Novambar.

"Saya diundang kawan saya, kebetulan adalah wakabareskrim saya hadir di situ kebetulan ketua parpol hadir. Dan beliau kenal individu saja karena almarhum suami beliau selalu intim dengan saya sejak saya pangkat letnan satu," kata Firli.

Menurut Firli ia bertemu Antam, untuk membicarakan perkara.

Baca: Pimpinan KPK Baru Terpilih, Begini Penampakan Situs Resmi KPK

Baca: Jokowi Setuju Ada SP3 di KPK, Tapi Waktunya Dua Tahun

Hanya saja bukan perkara di KPK.

"Bukan, penanganan perkara kan ada koordinasi supervisi, jadi tidak ada kaitan perkara yang ditangani oleh KPK tidak ada," pungkas Firli.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved