KLHK Ungkap Ada Empat Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla

Tak hanya itu, KLHK juga telah menyegel 43 perusahaan dan saat ini tengah melakukan penyelidikan

KLHK Ungkap Ada Empat Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Lita Febriani/Tribunnews.com
Konferensi pers mengenai kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah pada Sabtu (14/9/2019) di Graha BNPB, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) Rasio Ridho Sani menegaskan telah ada empat perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hampir keempat perusahaan tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit.

Baca: BNPB Sebut 40 Ribu Hektar Lahan Gambut di Riau Terbakar

Seluruh korporasi yang menjadi tersangka berada di pulau Kalimantan.

"Sampai hari ini sudah ada empat korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka. Empat korporasi ini adalah PT ABP yang bergerak di perkebunan sawit Kalimantan Barat, kedua PT AER juga perkebunan sawit Kalimantan Barat, ketiga PT SKN Kalimantan Barat dan keempat ada PT KS di Kalimantan Tengah," tutur pria yang akrab disapa Roy tersebut saat konferensi pers di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/9/2019).

Tak hanya itu, KLHK juga telah menyegel 43 perusahaan dan saat ini tengah melakukan penyelidikan.

"Lokasi-lokasi ini berada di beberapa provinsi. Di Provinsi Jambi ada dia lokasi, di Riau ada lima lokasi yang dilakukan penyegelan di Selat Selatan. Kalimantan Barat yang paling banyak, di Kalimantan Barat dan juga di Kalimantan Tengah. Setelah kami melakukan penyegelan, kami melakukan proses penyelidikan," terang Dirjen Gakkum KLHK.

KLHK menduga dari keseluruhan perusahaan yang disegel dan tengah diselidiki, ada yang merupakan perusahaan dari luar negeri.

Baca: Soal Karhutla, KLHK Segel Anak Perusahan Asal Malaysia dan Singapura

"Ini ada beberapa perusahaan yang memiliki modal dari luar, yakni satu dari Singapura dan tiga dari Malaysia. Kepada perusahaan-perusahaan ini sedang kami lakukan proses penyelidikan," sambungnya.

KLHK tak memandang bulu terhadap perusahaan yang terlibat dalam pembukaan lahan dengan Karhutla. Semuanya akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: Lita febriani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved