Polemik KPK

Diserang Isu Soal KPK, Sekjen PDIP: Pak Jokowi Tidak Sendirian

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam bila pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) diserang

Diserang Isu Soal KPK, Sekjen PDIP: Pak Jokowi Tidak Sendirian
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto disela Rakerda I PDI Perjuangan Kalimantan Barat, di Hotel My Home, Sintang, Kalbar, Jumat (13/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam bila pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) diserang terkait pro kontra Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami mengkritik keras mereka-mereka yang menggunakan hal (hinaan, red) tersebut sebagai upaya mendiskreditkan presiden," kata Hasto Kristiyanto, Minggu (15/9/2019).

Ia mengaku, dirinya mau bicara soal polemik KPK karena sudah ada pihak-pihak tertentu yang menyerang Presiden Jokowi secara pribadi.

Baca: Anggota DPRD Bandung Tersangka Korupsi Pengadaan Alkes RSUD di Padang Rp 5 Miliar

Pihaknya mendapat informasi soal adanya media massa tertentu yang secara kurang etis menampilkan karikatur bergambar Jokowi dan pinokio.

"Sebenarnya dari aspek etika, tidak memenuhi ketentuan sopan santun itu," ucap Hasto.

Bagi PDI Perjuangan, kata Hasto, Presiden Jokowi telah bertindak tepat termasuk soal revisi UU KPK.

Ia menyebut, Jokowi telah melakukan dialog dengan KPK secara intens, tetapi pada saat bersamaan juga mengharapkan adanya kepastian hukum agar kekuasaan yang tanpa batas itu memiliki mekanisme check and balance.

Baca: BJ Habibie Sempat Ucap Impian Mulia untuk SMA Pradita Dirgantara Boyolali

Dengan begitu, penanganan kasus korupsi ke depan dapat dilakukan dengan lebih progresif disertai dengan komitmen yang tinggi dari seluruh aparat penegak hukum untuk tidak melanggar hukum.

Dengan begitu, lanjut Hasto, tidak ada lagi orang yang ditetapkan sebagai tersangka dengan tergesa-gesa.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved