Polemik KPK

Ketua KPK: Yang Keluarkan Informasi Hanya Pimpinan Saja Supaya Tidak Ganggu Soliditas Internal

Agus menyampaikan apresiasinya juga pada panitia seleksi yang berperan sangat penting karena pemilihan pejabat baru diperlukan sampai tiga kali

Ketua KPK: Yang Keluarkan Informasi Hanya Pimpinan Saja Supaya Tidak Ganggu Soliditas Internal
Tribunnews.com/Ilham
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo melantik Cahya Hardianto Harefa sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Fitroh Rohcahyanto sebagai Direktur Penuntutan KPK, Senin (16/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menyerahkan mandat pada Presiden  Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pelantikan Sekretaris Jenderal dan Direktur Penuntutan KPK.

Ketua KPK Agus Rahardjo didampingi para Wakil Ketua yakni Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan, dan Laode Muhammad Syarif namun tidak nampak kehadiran Saut Situmorang.

"Hari ini Senin tanggal 16 bulan September tahun 2019 saya dengan ini secara resmi melantik satu saudara Cahya Harefa dalam jabatan yang baru sebagai sekretaris jenderal Kedua saudara Fitroh Rohcahyanto dalam jabatan baru sebagai Direktur Penuntutan," ujar Agus dalam sambutannya di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Agus menyampaikan apresiasinya juga pada panitia seleksi yang berperan sangat penting karena pemilihan pejabat baru diperlukan sampai tiga kali perubahan panitia.

Baca: Pasal Penghinaan terhadap Presiden Diatur RUU KUHP

"Saya juga ingin berpesan kepada pejabat yang sekarang sudah dipercaya menduduki jabatan sekjen ini yang betul-betul menentukan baik buruknya pengelolaan banyak hal sebagai supporting system untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih transparan," jelas Agus.

Agus berpesan pada dua pejabat baru tersebut untuk memperhatikan kemudian juga mengidentifikasi langkah-langkah yang strategis yang perlu dilakukan untuk anak buahnya supaya bekerja lebih baik.

Baca: Sempat Kabur, Polisi Tangkap Bos Travel yang Tipu 200 Jemaah Umroh di Depok

"Saya sangat berharap bapak nanti bisa betul-betul melihat temuan-temuan BPK. Sebab musababnya apa dan kemudian secara terencana itu bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Kami harapkan KPK kembali mendapatkan status Wajar Tanpa Pengecualian. Mudah-mudahan bisa kita capai dalam waktu tahun ini," jelas Agus.

Agus menambahkan dibutuhkan persatuan untuk menjaga agar kemudian tidak keluar informasi data yang tidak diperlukan dari banyak unsur.

"Yang mengeluarkan informasi keluar hanya pimpinan saja. Jadi lebih baik menjaga diri tidak keluar lagi informasi-informasi yang kemudian malah mengganggu soliditas di dalam," katanya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved