Sabtu, 30 Agustus 2025

Ada Unjuk Rasa di Kompleks Parlemen, Anies Baswedan Pakai Sepeda Datang ke DPR

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang ke DPR RI dengan menggunakan sepeda, Rabu, (25/9/2019).

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Gubernur Jakarta Anies Baswedan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (25/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang ke DPR RI dengan menggunakan sepeda, Rabu, (25/9/2019).

Kehadiran Anies Baswedan di DPR untuk mengikuti rapat Panitia Khusus pemindahan Ibu kota.

Anies Baswedan nekat menggowes sepeda dari Balai Kota DKI Jakarta ke Gedung DPR meskipun di sekitar Kompleks Parlemen sedang terjadi bentrok antara aparat keamanan dengan pengunjuk rasa.

Mengenakan batik, Anies Baswedan mengendarai sepeda dikawal sejumlah ajudannya.

Anies Baswedan tiba di Gedung DPR sekitar pukul 13.30 WIB.

Setibanya di DPR, Anies menghadiri acara bedah buku, kemudian dilanjutkan dengan mengikuti rapat Pansus Pemindahan Ibu Kota.

Baca: Sekjen DPR Sebut Bamsoet Ingin Bertemu Mahasiswa, Najwa Shihab Beri Panggung di Mata Najwa Malam Ini

Anies mengaku menempuh waktu sekitar 30 menit dari Balai Kota DKI Jakarta di Kawasan Gambir menuju Kompleks Parlemen di Senayan, Jakarta.

Ia melewati jalur Bundaran Hotel Indonesia, Tanah Abang, Pejompongan, lalu masuk ke Senayan.

"Saya sampai sini selamat ya, aman. Alhamdulillah," katanya.

Anies mengatakan sepanjang perjalanan menuju Senayan, sisa-sisa gas air mata masih sangat terasa.

Baca: Ikut Rapat Pansus Pemindahan Ibu Kota, Anies Minta Perhatian Terhadap Jakarta Tidak Berkurang

"Di dekat-dekat sini masih terasa pedih," katanya.

Menurut Anies, menggunakan sepeda lebih nyaman saat sejumlah jalan diblokir karena adanya unjuk rasa.

Sepeda bisa diangkat ketika hendak melewati barikade di jalan.

"Enaknya gitu kalau pakai sepeda. Tinggal diangkat. Jadi saya sampai barikade, angkat sepedanya, turun lagi," katanya.

Baca: Terungkap, Ini Penyebab Perilaku Aneh 2 Remaja di Sukabumi yang Berhubungan Intim dengan Ibunya

Usai menghadiri dua acara di Parlemen, Anies tetap menggunakan sepeda menuju Balai Kota.

Anies ke Balai Kota melalui pintu belakang jalan Gelora, padahal sekitar 300 meter dari tempat tersebut, terjadi bentrokan antara kelompok pelajar dan polisi.

Permintaan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti Rapat Panitia Khusus (Pansus) pemindahan ibu kota di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut Anies Baswedan memaparkan sejumlah poin yang harus menjadi pertimbangan Pansus sebelum menjawab kajian pemindahan ibu kota dari pemerintah.

Menurut Anies Baswedan, saat ini pemerintah DKI fokus menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia.

Karena itu, ia berharap dalam rencana memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur, pemerintah pusat tidak mengurangi perhatiannya kepada Jakarta.

Baca: Reaksi Awkarin Saat Dibilang Pencitraan Usai Bagi 3000 Nasi Kotak untuk Pendemo

"Bagi kami yang menjadi agenda utama adalah memastikan bahwa perhatian pemerintah terhadap masalah-masalah yang dialami oleh kawasan ibu kota, bukan hanya Jakarta saja ya, tapi kawasan, tidak berkurang. Karena kawasan ini memiliki tantangan yang tidak kecil," katanya.

Menurut Anies Baswedan, pemerintah Jakarta saat ini sedang menyelesaikan sejumlah permasalahan.

Mulai dari masalah lingkungan hidup, kependudukan, hingga integrasi transportasi.

"Tantangan lingkungan hidup, pertama masalah air saja, air hujan melalui 13 sungai sebelum sampai ke Jakarta, yang kedua air dipesisir, dimana Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah. Itu terjadi di beberapa titik. Kami berharap Pansus memerhatikan juga secara detil penurunan tanah yang terjadi di beberapa titik saja," katanya.

Baca: Boyong Seluruh Anggota Keluarganya Liburan ke Korea Selatan, Ruben Onsu Mengaku Ogah ke Singapura

Lalu mengenai integrasi transportasi.

Sebagai ibu kota, pemerintah DKI Jakarta menghadapi tantangan mengeluarkan kebijakan transportasi umum massal.

"Kita harus melakukan langkah langkah besar. Lalu pengelolaan konsentrasi penduduk dan ketimpangan sosial ekonomi. Kami bersyukur bahwa pada Februari lalu rencana melakukan urban regeneration akan didukung pemerintah pusat," tuturnya.

Anies meminta Pansus dan pemerintah memperhatikan masalah tersebut dalam rencana memindahkan ibu kota.

Baca: AJI Jakarta Mencatat Ada 4 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Saat Meliput Demo Mahasiswa di Sekitar DPR

Perhatian itu, salah satunya tercermin dalam pengalokasian APBN untuk Jakarta.

"Ada beberapa hal yang menjadi perhatian Pansus, yakni agar komitmen itu harus tercermin dalam anggaran, masuk dalam perencanaan anggaran di tahun 2 ke depan," katanya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan