Aksi Teatrikal Tabur Bunga Digelar di depan Gedung KPK

Aksi teatrikal tabur bunga dan peletakkan keranda mayat digelar di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan

Aksi Teatrikal Tabur Bunga Digelar di depan Gedung KPK
Tribunnews.com/Glery
Aksi teatrikal tabur bunga dan peletakkan keranda mayat digelar di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi teatrikal tabur bunga dan peletakkan keranda mayat digelar di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Berdasarkan pemantauan, aksi dilakukan ratusan pengunjuk rasa dari 13 elemen, yang tergabung di Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD). Keranda yang dibawa demonstran merupakan simbol dari matinya sikap profesionalisme KPK.

"Kami menggiring tiga keranda pertanda matinya profesionalisme KPK. Kita juga melakukan tabur bunga sebagai rasa prihatin terhadap sikap pegawai KPK yang menolak revisi Undang-Undang KPK," kata Koordinator Aksi Rizal Sutan Bagindo di lokasi unjuk rasa.

Baca: Mahfud MD Memprediksi 5 Tahun Kedepan Situasi Politik Indonesia Akan Diwarnai Politik Identitas

Baca: Hal Menyedihkan yang Dialami Cristiano Ronaldo Saat Miskin: Mengemis Makanan, Dihina Teman Sendiri

Dalam aksinya, pengunjuk rasa juga memecahkan balon berwarna merah dan putih di pagar kawat yang menjadi pembatas gedung KPK dengan lokasi unjuk rasa.

Di kesempatan itu, ada tiga tuntutan yang mereka nyatakan, yaitu mendukung hasil revisi UU KPK, mendesak Agus Rahardjo, Laode M. Syarif dan Saut Situmorong agar segera meninggalkan KPK, serta mendesak Presiden Joko Widodo segera melantik pimpinan KPK periode 2019-2023.

Massa aksi berasal dari Komando Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Kompak), Masyarakat Pemuda Cinta Indonesia (Mat Peci), Gerakan Masyarakat Reaksioner (Gemar), Kopi-Indonesia.

Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Sang Merah Putih, Forum Silaturrahmi Pemuda Indonesia (FSPI), Forum Masyarakat Demokrasi Indonesia ( FMDI ), dan Komunitas Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi.

Berikutnya, Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan (GMPK), Jaringan Masyarakat Jayakarta, Forum Masyarakat Cinta (Formaci) KPK, Api Demokrasi, serta Srikandi Millenials.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved