Aksi Penanggulangan Bencana

Figur Publik dr. Shindy Putri Dukung Bantuan ACT #BantuMerekaBernapas

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengerahkah armada-armada kemanusiaan untuk meredam dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Figur Publik dr. Shindy Putri Dukung Bantuan ACT #BantuMerekaBernapas
Aksi Cepat Tanggap (ACT)
dr. Shindy Kurnia Putri, adik Oki Setiana Dewi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengerahkah armada-armada kemanusiaan untuk meredam dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah terdampak. Hingga kini, ACT telah melakukan sejumlah penanganan untuk menanggulangi karhutla maupun dampak kabut asap.

Di sejumlah wilayah, ACT mengirimkan regu penyelamat untuk membantu pemadaman api, melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat terdampak asap, membagikan masker dan oksigen, serta edukasi menjaga kesehatan di wilayah terdampak asap.

Pengiriman ribuan bantuan pangan dan logistik dalam jumlah masif tidak terlepas dari dampak bencana kabut asap terhadap perekonomian warga dan aksi ACT dalam gerakan #IndonesiaDermawan yang telah digalakkan. Gerakan ini pun menjadi sorotan banyak pihak baik pemerintah, media, hingga influencer, salah satunya dr. Shindy Kurnia Putri, adik Oki Setiana Dewi.

Baca: Status Asap Berbahaya, ACT Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Terdampak #BantuMerekaBernapas

Adik Oki Setiana Dewi ini mengatakan dengan menjadi dokter, ia dapat melakukan lebih banyak kedermawanan. “Kalau ketemu pasien itu senangnya minta ampun, karena kita seperti bertemu dengan sahabat, saling berbagi cerita, selain memeriksa mereka,” ungkapnya.

Salah satu momen yang tidak terlupakan adalah saat ia mengabdikan diri ke salah satu pulau terluar Indonesia yaitu di Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. “Kita turun (berkunjung) ke sekolah-sekolah. Ada siswa di sana yang gizinya kurang, padahal gizi memengaruhi kecerdasan,” ungkap dr. Shindy.

Sebagai dokter, ia juga menaruh perhatian pada kesehatan masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi saat ini. Dr. Shindy mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi air mineral banyak, makan-makanan bergizi seperti buah-buahan, dan memakai masker yang dapat melindungi hidung dan mulut dari partikel debut berukuran mikro. “Diusahakan juga untuk tidak keluar rumah terlebih dulu,” terang dokter kelahiran Batam ini.

Ia pun mengajak para dermawan untuk turut membantu masyarakat terdampak asap karhutla. Menurut dr. Shindy, kedermawanan dapat memperkuat persaudaraan. Ia juga berpandangan kerelawanan merupakan bentuk kemurahan hati berbagi waktu ataupun pengorbanan untuk meringankan beban manusia lain.

Ia percaya, sifat kedermawanan dimiliki setiap orang dari dalam hati.  Ia pun bertekad terus menghidupkan kedermawanan melalui bidang kedokteran yang ia jalankan saat ini. “Saling menguatkan dalam bentuk mental dan komunikasi, karena manusia hakikatnya makhluk sosial,” pungkas dr. Shindy.

Baca: Ratusan Anggota Kajian Musawarah dan ACT Tingkatkan Kolaborasi Kemanusiaan di #IndonesiaDermawan

ACT terus mengajak masyarakat luas ikut andil dalam kampanye #BantuMerekaBernapas. Kampanye ini menjadi bukti nyata bahwa tim medis, tim tanggap darurat, hingga posko bencana asap ACT terus melakukan pelayanan bagi warga terdampak bencana kabut asap di berbagai wilayah. Kampanye #BantuMerkaBernapas menjadi semangat dalam menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved