RUU KUHP

Menteri Yasonna Beberkan Alasan Pemerintah Lakukan Revisi KUHP

Kata Yasonna, prinsipnya upaya merevisi KUHP sebagai bagian dari semangat pemerintah mengganti hukum kolonial Belanda.

Menteri Yasonna Beberkan Alasan Pemerintah Lakukan Revisi KUHP
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Yasonna Laoly 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menkumham Yasonna Laoly menegaskan revisi KUHP dilakukan pemerintah guna memutus warisan negatif yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

"Saya tidak mau mewariskan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai adab kebebasan bangsa ini," ungkap Yasonna di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Kata Yasonna, prinsipnya upaya merevisi KUHP sebagai bagian dari semangat pemerintah mengganti hukum kolonial Belanda.

Baca: Polisi Geledah Kontrakan Terduga Teroris di Cimahi,Warga Tidak Mengenal Terduga

Sebab selama 150 tahun, Indonesia masih memakai kitab undang-undang yang sama.

Padahal Belanda sendiri sudah tidak lagi menggunakan.

"Kita batasin deh zaman merdeka aja 74 tahun, itu (KUHP sudah ada) sebelum merdeka. Sebelumnya di pakai di Belanda, di Belanda sendiri sudah tidak dipakai," kata dia.

Menurutnya, keberadaban bangsa Indonesia sudah berkembang ke arah liberal.

Tapi seiring pergerakan tersebut, tidak ada hukum yang berjalan seiringan.

Sehingga dibutuhkan regulasi yang bisa berjalan seirama.

Baca: Polisi Berupaya Pukul Mundur Massa di Jalan Tentara Pelajar

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved