Aksi Massa 212

Warga Pulogadung Panik Hingga Lapor RT Karena Alamat Rumahnya Dicatut Terduga Pembuat Bom Molotov

Seorang wanita berinisial DS (47) panik ketika dirinya mendapat kabar SG (30) ditangkap Densus 88 Aniteror Polri.

Warga Pulogadung Panik Hingga Lapor RT Karena Alamat Rumahnya Dicatut Terduga Pembuat Bom Molotov
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan kediaman DS yang alamatnya dicatut SG di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (30/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang wanita berinisial DS (47) panik ketika dirinya mendapat kabar SG (30) ditangkap Densus 88 Aniteror Polri karena diduga hendak membuat kerusuhan dengan menyusup dalam aksi Mujahid 212.

Warga RT 06/RW 05, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur tersebut langsung melapor kepada RT setempat satu hari setelah dirinya mendapat kabar SG diamankan polisi.

"Bu DS sudah laporan ke saya, sudah tahu kalau SG ditangkap polisi. Pas datang kemarin bilangnya kaget dan bingung harus bagaimana. Takut kalau ada polisi datang katanya," kata Ketua RT 06 Kahar Triyono (52) di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2019).

Baca: Dosen Ditetapkan Jadi Tersangka, IPB Hormati Proses Hukum

Baca: Hukuman yang Dijatuhkan Mengakibatkan Siswanya Tewas, Oknum Guru Drop dan Masuk Rumah Sakit

Baca: WhatsApp Grup Pelajar STM Diduga Berisi Nomor Polisi, Tim Cyber Lakukan Identifikasi Akun Penyebar

Alasannya berdasarkan catatan kependudukan, SG yang diduga berperan merakit bom molotov dan mencari eksekutor tercantum tinggal di rumah DS.

DS yang tinggal di Jalan Kayu IV mengaku tidak mengenal SG.

"DS dapat kabar kalau SG ditangkap polisi, nah alamat bu DS itu ada di berita. Makannya dia takut terus laporan ke saya. Padahal Bu DS sama SG enggak kenal," ujarnya.

Baca: Jokowi Singgung Isu Demo Hanya untuk Gagalkan Pelantikan Presiden, Mahfud MD : Gak Perlu Dirisaukan

Baca: Ini Profil Anggota DPR RI Dapil Jateng IV Wilayah Solo Raya Periode 2019-2024 dan Motto Hidup Mereka

Meski secara kependudukan tinggal di rumah DS, Kahar menuturkan SG tak pernah sekalipun menginap atau bertamu dalam waktu lama ke rumah DS.

Saat awal tahun 2017, SG datang meminta izin kepada DS agar bisa mengantongi KTP sebagai warga RT 06.

Saat itu, DS sempat menolak membantu.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved