Anggota DPR Mengapresiasi Upaya Pertamina Tangani Sumur YYA-1

Ramson, yang kembali terpilih sebagai anggota DPR ini juga menilai bahwa keberhasilan Pertamina tersebut berhasil mengurangi risiko kerusakan ..

Anggota DPR Mengapresiasi Upaya Pertamina Tangani Sumur YYA-1
Pertamina
Setelah Menutup Sumur YYA-1, Pertamina Fokus Pemulihan Wilayah Terdampak 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah Pertamina menangani sumur YYA-1 ONWJ yang bocor mendapat apresiasi sejumlah pihak, termasuk anggota DPR periode 2019-2024 yang baru dilantik. Pasalnya, penanganan tersebut lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.

"Tentu hal yang positif. Saya mengapresiasi penanganan yang dilakukan oleh Pertamina," kata Ramson Siagian, anggota Fraksi Partai Gerindra ketika dimintai komentarnya, hari ini.

Menurut Ramson, biasanya untuk menangani kebocoran sumur minyak dibutuhkan waktu yang cukup lama. Namun dengan teknologi dan kerja tim yang solid, penananganan kebocoran menjadi lebih cepat. Bahkan, pengeboran relief well terkoneksi dengan sumur YYA-1 yang bocor, kurang dari target waktu yang sudah ditentukan.

Ramson, yang kembali terpilih sebagai anggota DPR ini juga menilai bahwa keberhasilan Pertamina tersebut berhasil mengurangi risiko kerusakan lingkungan.

Baca: Istimewa, Warga Solo di Sekitar Rumah Jokowi Kini Dijamin Bebas Pemadaman Listrik

Baca: Sidang Kivlan Zen Kembali Ditunda

Baca: 7 Pemain Baru Timnas Indonesia yang Dipanggil Simon McMenemy untuk Lawan UEA

"Keberhasilan ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan. Dimana keberhasilan ini telah meminimalkan dampak lingkungan yang cukup besar," pungkas Ramson.

Senada, Pengamat Migas M. Kholid Syerazi ikut mengapresiasi keberhasilan Pertamina yang dengan sigap dan cepat mengatasi kebocoran sumur YYA-1 lebih cepat dari estimasi semula yakni sekitar 3 bulan. Ini membuktikan bahwa merupakan perusahaan memang kompeten dan profesional dalam sektor migas.

"Saya mengaresiasi atas kinerja Pertamina yang berhasil mengatasi kebocoran sumur YYA-1 lebih cepat dari estimasi semula sekitar 3 bulan. Artinya Pertamina terbukti kompeten dan profesional," kata Kholid.

Pertamina memang berhasil menangani insiden sumur YYA-1 yang sempat bocor. Tahapan saat ini sudah mencapai milestone baru dan berhasil melakukan proses intercept.

Proses penutupan dengan menggunakan teknik relief well tersebut bahkan lebih cepat dibandingkan perencanaan awal. Jika sebelumnya Pertamina menargetkan proses intercept tercapai pada awal Oktober, maka realisasi koneksi terjadi pada 23 September. 

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved