KPK Akan Umumkan Hasil Penyidikan Baru Kasus Pencucian Uang Kepala Daerah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengumumkan hasil penyidikan baru terkait kasus pencucian uang yang menjerat seorang kepala daerah.

KPK Akan Umumkan Hasil Penyidikan Baru Kasus Pencucian Uang Kepala Daerah
KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengumumkan hasil penyidikan baru terkait kasus pencucian uang yang menjerat seorang kepala daerah.

"Malam ini pukul 19.00 WIB, KPK berencana mengumumkan penyidikan kasus yang berkembang dari OTT (operasi tangkap tangan) tahun 2018 lalu," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (4/10/2019).

Kata Febri, saat giat OTT tersebut, KPK hanya menyita barang bukti uang senilai Rp 116 juta.

Baca: Setelah Proses Panjang, Berikut Susunan Lengkap 10 Pimpinan MPR Periode 2019-2014

Namun, dia enggan merinci lebih lanjut kasus apa yang bakal diumumkan lewat konferensi pers nanti.

"Namun dalam perkembangannya ditemukan penerimaan dan aliran dana lain bernilai puluhan miliar rupiah," kata dia.

Jika dilihat dari jumlah uang yang diamankan, menurut penelusuran Tribunnews.com, kasus yang akan diumumkan adalah perkara yang menjerat Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Baca: Terlibat Pembunuhan Berencana, Chusen Divonis 15 Tahun

Sunjaya terjerat OTT KPK pada Rabu 24 Oktober 2018.

Selain Sunjaya, KPK juga menangkap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap jual beli jabatan.

Pada Rabu malam itu, tim KPK berada di kediaman ajudan Sunjaya berinisial DS dan mengamankan uang Rp 116 juta dalam pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Baca: Polisi Beri Uang Duka Rp 10 Juta Kepada Keluarga Maulana yang Meninggal Saat Demo di DPR

Nahasnya, status tersangka Sunjaya ini dikeluarkan oleh KPK hanya beberapa bulan sebelum pelantikannya sebagai Bupati Cirebon untuk periode kedua 2019-2024.

Rencanannya, Sunjaya dan wakilnya Imron Rosyadi akan dilantik pada 24 Maret 2019.

Dalam kasus itu, Sunjaya sendiri telah divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. Sunjaya terbukti menerima uang suap senilai Rp100 juta dari Gatot Rachmanto.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved