Polisi Sebut Bom yang Disita dari Rumah Dosen IPB Mengandung Deterjen, Lada, Kaca, dan Paku

Ia kemudian menjelaskan dan merinci bahan-bahan yang terdapat dalam bom molotov rakitan milik AB tersebut.

Polisi Sebut Bom yang Disita dari Rumah Dosen IPB Mengandung Deterjen, Lada, Kaca, dan Paku
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Rumah dosen IPB, AB di kawasan Margajaya, Kota Bogor, sudah disegel polisi sejak Sabtu (28/9/2019) malam. 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, bom yang diproduksi oleh AB itu memiliki daya ledak seperti bom rakitan.

"Kami tegaskan, 29 barang yang disebut bom rakitan ini memiliki daya ledak dan hancur yang berbahaya."

"Ini mohon dipahami bukan bom molotov seperti biasa, tapi ini bom yang memiliki daya ledak."

"Memang memiliki bahan peledak. Tidak sesederhana bom molotov," ujar Asep di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Baca: Dosen IPB yang Ditangkap Ternyata Simpan Bom Ikan Berisi Paku

Ia kemudian menjelaskan dan merinci bahan-bahan yang terdapat dalam bom molotov rakitan milik AB tersebut.

Baca: Fakta-fakta Penemuan Mayat di Aceh Timur, Dirantai dan Dimasukkan ke Dalam Karung

Pada bagian sumbu bom molotov, diketahui terdapat serbuk bahan baku korek.

Mantan Kapolres Bekasi Kota itu juga menuturkan, pihaknya menemukan bubuk detergen, lada, kaca, hingga paku dalam bom tersebut.

Sehingga, daya ledak dari bom ini disebutnya sangat berbahaya.

"Ada deterjennya, ada juga lada, di dalam balutan (lakban) ini juga ada kandungan paku."

"Dampak dari pecahan kaca ini, kan dirakit dalam satu botol bekas suplemen, kacanya akan berbahaya, pakunya juga berbahaya," paparnya.

Baca: Termasuk Datangkan Perakit Bom dari Ambon, Dosen IPB Tahanan Mabes Polri Punya Peran Ganda

Sebelumnya, Polri membantah bom ikan yang diamankan dari kediaman dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith (AB), berisi minyak jarak.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan, penyidik sudah meminta keterangan AB dan tersangka lainnya terkait masalah itu.

"Minyak jarak buat apa? Enggak mungkin minyak jarak akan digunakan untuk melakukan serangan atau bom," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Ia menjelaskan, sebagian besar yang diamankan dari kediaman AB diketahui mirip bom ikan.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved