Kapitra Ampera Sesalkan Peristiwa Penganiayaan Ninoy Karundeng Di Dalam Masjid

Mantan anggota GNPF Ulama, Kapitra Ampera, menyayangkan dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Kapitra Ampera Sesalkan Peristiwa Penganiayaan Ninoy Karundeng Di Dalam Masjid
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Kapitra Ampera (kedua dari kiri) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan anggota GNPF Ulama, Kapitra Ampera, menyayangkan dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Terlebih penganiayaan tersebut diduga dilakukan di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Menurut Kapitra, masjid tidak selayaknya digunakan untuk menganiaya orang.

"Saya menyesali kenapa tempat yang baik menyembah Allah justru menganiaya hamba Allah? Itu gak boleh terjadi seharusnya," ujar Kapitra di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Baca: Ibunda Irish Bella Curhat, Terungkap Kondisi Terbaru Ammar Zoni dan Istri saat Dijenguk Para Artis

Baca: Tompi Beri Peringatan Tegas Soal Unggahan Video Korban Dugaan Malpraktik, Ini Tanggapan Hotman Paris

Menurut dia seharusnya masjid menjadi tempat teraman di muka bumi.

Sehingga, tidak dibenarkan penganiayaan dilakukan di dalam masjid.

"Apapun alasannya dan ini sebuah tempat yang sakral di muka bumi dan tempat yang paling aman itu masjid, tidak ada orang teraniaya di sana," kata Kapitra.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan 13 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Mereka adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. Dua orang lainnya adalah Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar dan pria berinisial F.

Baca: Masyarakat Adat Sihaporas Mengadukan Permasalahan Lahan Kepada Partai NasDem

Halaman
1234
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved