Menkopolhukam Wiranto Diserang

Inikah Senjata yang Digunakan Pelaku Menusuk Wiranto?

Berdasarkan foto yang beredar, senjata tajam yang diduga diamankan dari pelaku berjenis Kunai atau yang dikenal juga dengan sebutan pisau lempar.

Inikah Senjata yang Digunakan Pelaku Menusuk Wiranto?
Istimewa
Pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang Menkopolhukam Wiranto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menkopolhukam Wiranto ditusuk pelaku dengan senjata tajam saat kunjungan kerja di Pandeglang.

Akibat penyerangan itu, Wiranto mengalami luka tusuk di bagian perut.  Selain itu, penyerangan itu juga melukai Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan seorang warga.

Pelaku berhasil diamankan polisi. Dari tangan pelaku yang belakangan diketahui bernama Syahril Alamsyah dengan alamat di Dusun Tanjung, Medan, polisi mengamankan senjata tajam.

Berdasarkan foto yang beredar, senjata tajam yang diduga diamankan dari pelaku berjenis Kunai atau yang dikenal juga dengan sebutan pisau lempar.

Baca: Ketua MPR Siapkan Badan Pengkajian Bahas Amandemen Terbatas dan GBHN

Baca: Mazda Buka Dealer Baru Berstandar Internasional di Bintaro

Baca: Kronologi Penusukan Wiranto hingga Jatuh Tersungkur, Pelaku Serang Pakai Gunting Buat Warga Histeris

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, polisi masih mendalami apakah senjata tajam yang digunakan untuk menusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto berjenis gunting atau pisau.

Kendati demikian, menurut Dedi, senjata tajam itu sudah dipersiapkan pelaku. "Pelaku yang laki-laki bawa senjata tajam, ini diduga, masih kita dalami apakah pisau atau gunting, yang jelas sudah dipersiapkan," kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Polisi menangkap dua orang terduga pelaku yakni FA dan SA. Dedi mengatakan, Wiranto ditusuk di bagian badan depan.

Selain Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Darianto menderita luka tusuk pada bagian tubuh belakang.

"Saat ini Pak Wiranto dan kapolsek dalam perawatan. Untuk terduga pelaku sudah diamankan," ucap Dedi.

Ia juga mengatakan, pelaku diduga terpapar radikalisme ISIS. Polisi pun mendalami keterkaitan pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Nanti kita dalami apakah ada kaiatan dengan JAD Cirebon atau JAD lain di Sumatera," ucap dia.

Dilansir dari Kompas TV, Wiranto diserang setelah meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla'ul Anwar.

Dia kemudian hendak pulang ke Jakarta. Namun, rombongan Wiranto sempat berhenti di sekitar Alun-alun Menes, Pandeglang.

Dia disambut kapolsek setempat. Saat keluar dari mobil, Wiranto kemudian diserang oleh orang tidak dikenal. Secara tiba-tiba, dia ditusuk.

Beberapa saat setelah ditusuk, Wiranto jatuh, nyaris tersungkur. Dia terlihat memegang perut bagian bawah.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved