Jadi Ketua MPR, Bamsoet: Inilah Takdir yang harus Saya Jalani

Politikus Golkar Bambang Soesatyo tidak muluk-muluk dan terlalu berambisi dalam menjalani hidupnya.

Jadi Ketua MPR, Bamsoet: Inilah Takdir yang harus Saya Jalani
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo berpose usai diwawancarai secara khusus oleh Tribunnews.com di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Golkar Bambang Soesatyo tidak muluk-muluk dan terlalu berambisi dalam menjalani hidupnya.

Bamsoet, demikian sapaannya, hanya ingin menjalani takdir demi takdir hidupnya, secara santai dan mengalir apa adanya.

Ketika menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bamsoet menganggap itulah posisi politiknya tertinggi.

Begitupun kini ia terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

"Saya menjalani takdir ini, mengikuti arus kehidupan saya. Ketika saya mendapat posisi Ketua DPR, saya beranggapan inilah posisi politik saya tertinggi. Jalan hidup saya terbuka lagi menjadi ketua MPR. Inilah takdir yang harus saya jalani," tutur Calon Ketua Umum Golkar ini, saat sesi wawancara khusus dengan Tribun di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Baca: MPR Minta Mahasiswa Bersikap Arif, Tidak Demo saat Pelantikan Jokowi-Maruf

Baca: Munarman Bantah Mengetahui Peristiwa Penganiayaan Ninoy Karundeng

Baca: Bagaimana Menghadapi Orang yang Punya Penyakit Tertawa Tanpa Sebab Seperti Joker?

Bamsoet mengisahkan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto memberikan tiket calon Ketua MPR kepada dirinya. Kapabilitas dan rekam jejak saat di DPR dia yakini menjadi dasar partai mengusungnya.

Ketika mendapat tiket calon ketua MPR, partai dan Bamsoet bekerja membanguj komunikasi dengan semua partai politik, kecuali Gerindra. Karena juga mempunyai jagoan yang diusung untuk menjadi calon ketua MPR.

"Karena ada sedikit irisan dengan HMI, HIPMI, KADIN dan Pemuda Pancasila, jaringan-jaringan yang selama ini sudah saya bangun, dukungan mengalir. Termasuk dari DPD yang ketuanya La Nyalla, rekan saya di Pemuda Pancasila," kenang Bamsoet.

Ia juga bersyukur pemilihan dirimya menjadi Ketua MPR bisa berlangsung secara musyawarah melului aklamasi, bukan voting.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved