Kader Perempuan Golkar Gelar Zikir Bersama Ketua MPR RI

"Manusia wajib berikhtiar terbaik, namun hanya Tuhan-lah yang menentukan warna dari perjalanan hidup kita," katanya.

Kader Perempuan Golkar Gelar Zikir Bersama Ketua MPR RI
Ist/Tribunnews.com
"Doa dan Zikir untuk Negeri Aman dan Damai" yang dihadiri Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Selasa (8/10/2019) di Rumah Dinas, Jalan Widya Candra III No 10 Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Bambang Soesatyo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mendoakan negara tercinta agar aman dan damai, terhindar dari konflik sosial dan tindakan anarkis yang dapat mengubah disharmoni dan meningkatkan kualitas generasi mendatang. 

Ajakan itu disampaikan Bamsoet, panggilan akrab politisi Golkar yang baru saja terpilih sebagai Ketua MPR RI itu, dalam kegiatan "Doa dan Zikir untuk Negeri Aman dan Damai".

Kegiatan yang dirangkaikan dengan santunan kepada perempuan kepala keluarga dan anak yatim piatu diadakan, Selasa (8/10/2019) di Rumah Dinas, Jalan Widya Candra III No 10 Jakarta Selatan.

Baca: Bambang Soesatyo Sah Ketua MPR Periode 2019-2024

Acara dihadiri beragam jamaah, kader Golkar dan juga masyarakat umum. Sementara itu, Kyai Haji Zulfa yang menjadi penceramah dalam kesempatan tersebut meyakinkan, arti penting persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi kekuatan bangsa ini bisa melewati ujian dan tantangan.

"Ini karena modalitas para pejuang memerdekakan bangsa ini selain karena kegigihan dan soliditas yang kokoh berlandaskan visi yang sama dalam meraih kemenangan," ujar Kyai Haji Zulfa.

Kyai Haji Zulfa mengatur kepemimpinan yang amanah menjadi landasan utama tentang keteladanan dan sangat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan dan kualitas kepemimpinan orang-orang yang dibutuhkan dan dibutuhkan oleh pemerintah. 

Ketua Penyelenggara yang juga kader Perempuan Golkar, Dina Hidayana menyebut acara yang diinisiasi bersama para koleganya sebagai Kader Perempuan Partai Golkar yang bergerak lintas generasi dan lintas suku ini berupaya mengembangkan kontemplasi demi mencari nilai-nilai spiritual demi menikmatinya dan menang bersama.

"Manusia wajib berikhtiar terbaik, namun hanya Tuhan-lah yang menentukan warna dari perjalanan hidup kita," katanya. 

Turut meramaikannya kegiatan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) dan anak yatim-piatu untuk bersama-sama berdoa bagi perdamaian negara, bukan hanya karena memercayai doa mereka dengan mudah di dengar, namun juga membuka ajang silaturahmi untuk para politisi dan masyarakat yang telah mapan untuk meminta bantuan tugas dan peran mulia dari pengaktifan politik yang utama adalah menciptakan masyarakat adil Makmur, dan sejahtera.

Kaum yang terpinggirkan dan tidak terpeerhatikan haknya sebagai individu dan warga masyarakat, seperti yang memperdebatkan Perempuan Kepala Keluarga yang perlu mendapat persetujuan dari negara dan masyarakat, karena harus mendapat persetujuan yang buruk, pandangan miring dan cibiran serta stereotip negatif dari masyarakat awam karena statusnya.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved