OTT KPK di Talaud

KPK Jebloskan Pengusaha Penyuap Mantan Bupati Talaud Ke Lapas Tangerang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi pengusaha Bernard Hanafi Kalalo ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang.

KPK Jebloskan Pengusaha Penyuap Mantan Bupati Talaud Ke Lapas Tangerang
(Istimewa)
Pengusaha Bernard Hanafi Kalalo dieksekusi KPK ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Kamis (10/10/2019) (Istimewa) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi pengusaha Bernard Hanafi Kalalo ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang.

Bernard merupakan terpidana kasus suap terhadap mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.

"Eksekusi dilakukan ke Lapas Klas I Tangerang pada Rabu, 9 Oktober 2019 untuk melaksanakan putusan pengadilan tipikor yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Juru Bicara KPK kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Bernard divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ia dianggap terbukti bersalah terlibat kasus suap proyek pembangunan Pasar Lirung dan Pasar Beo di Kabupaten Talaud Tahun Anggaran 2018.

Vonis Bernard ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa KPK.

Baca: Daftar Tiket Murah ke Hong Kong Mulai Rp 800 Ribuan untuk yang Ingin Liburan Hemat

Baca: Pesona Ibu Krisdayanti yang Baru Saja Ulang Tahun ke-69, Awet Muda Tak Kalah Cantik dari sang Anak

Baca: Ahmad Muzani Minta Aparat Keamanan Serius Usut Penyerangan Terhadap Wiranto

Bernard sebelumnya dituntut hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Suap yang diberikan Bernard kepada Sri Wahyumi berbentuk uang dan sejumlah barang mewah dengan nilai sekitar Rp591 juta. Suap itu diberikan agar Bernard mendapatkan lelang sejumlah proyek di Pemkab Talaud.

Bernard disebut mendapatkan proyek antara lain pekerjaan pengembangan pasar dan retribusi Pasar Lirung dengan nilai proyek Rp2,9 miliar dan revitalisasi Pasar Beo senilai Rp2,8 miliar.

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved