Jumat, 29 Agustus 2025

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Komnas HAM: Aparat Gunakan Kekerasan Berlebih Saat Demo DPR

Kini investigasi Komnas HAM masih dalam proses penyelidikan sehingga dia belum bisa memberikan kesimpulan.

Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews/JEPRIMA
Massa aksi saat melakukan demonstrasi di kawasan DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Pada aksi menolak RKUHP yang berlangsung di jakarta tersebut berakhir ricuh. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas HAM mengungkap temuan awal mereka terkait penanganan demo di DPR yang berujung ricuh‎ beberapa waktu lalu.

Hasilnya diketahui ada penggunaan kekerasan berlebih oleh aparat. Kini Komnas HAM bakal mendalami apakah ada perintah khusus untuk hal itu.

"Memang temuan awal begitu, ada penggunaan kekerasan berlebih oleh aparat. Nanti kami cari tahu, apakah kekerasan berlebih memang dipengaruhi oknum atau ada perintah bahkan komando," tegas Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Baca: PDIP Tegaskan Dukung Amandemen Terbatas untuk GBHN

Kini investigasi Komnas HAM masih dalam proses penyelidikan sehingga dia belum bisa memberikan kesimpulan.

Hanya saja, Beka Ulung memastikan pihaknya menemukan ada tindakan kekerasan dan korban meninggal dunia.

"Sejauh ini masih temuan, belum sampai pada kesimpulan karena kami harus minta keterangan dari kepolisian apakah sudah sesuai protap atau belum. Termasuk soal provokasi di media sosial," imbuhnya.

Beka Ulung menam‎bahkan pihaknya sudah meminta keterangan dari Kapolres Jakarta Barat serta berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk tindak lanjut investigasi termasuk kunjungan ke Rutan Polda.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan