Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
Komnas HAM Bentuk Tim Usut Tewasnya Akbar Alamsyah
Akbar Alamsyah (19) meninggal dunia pada Kamis (10/10/2019) sore setelah koma selama 10 hari dan dirawat di ruang CICU RSPAD Gatot Soebroto
Penulis:
Theresia Felisiani
Editor:
Sanusi
Sementara Mabes Polri mengklaim, Akbar Alamsyah bukan korban kekerasan polisi.
"Sementara, dugaannya bahwa yang bersangkutan luka bukan akibat kekerasan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra di Hotel Amaroossa Cosmo, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).
Kesimpulan sementara tersebut didasarkan pada pemeriksaan saksi-saksi di tempat pemuda malang itu ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri, tepatnya di depan pagar gedung wakil rakyat, Senayan.

Kepada polisi, saksi menerangkan bahwa Akbar awalnya melompati pagar depan Gedung DPR/MPR untuk menghindari kerusuhan dengan aparat.
Sejak saat itu, Akbar tidak diketahui lagi keberadaannya karena situasi sudah tidak terkendali.
Polisi menduga, Akbar terluka akibat jatuh saat melompati pagar.
"Penyelidikan terhadap korban, Akbar sudah ditemukan saksi di TKP bahwa saat yang bersangkutan sedang berupaya untuk menghidari aksi kerusuhan itu, melompati pagar di depan Gedung DPR," ujar Asep.
Keluarga tidak percaya
Menanggapi klaim Polri, Rosminah tidak percaya anaknya terjatuh dari pagar.
Ia mengatakan, luka di tubuh Akbar menurut dokter karena terkena benda tumpul. Menurut dia, kalau memang terjatuh dari tangga DPR, wajah Akbar seharusnya tidak lebam seperti saat ini.
"Di badan tidak ada lebam, hanya di kepala sama wajah. Kuping juga, terus mata, tidak mungkin jatuh. Kalau jatuh otomatis kepala saja (yang terluka), wajah harusnya aman kalau jatuhnya ke belakang," katanya.

Ia juga meminta bukti jikalau anaknya benar jatuh dari pagar DPR.
"Kan sekarang jaman canggih apa-apa foto, CCTV juga bisa. Coba dibuktikan saja, anak saya aja sampai koma sekarang masa iya karena jatuh jadi koma?" ucapnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Akbar Alamsyah Ternyata Berstatus Tersangka dan "Menangis Histeris di Pemakaman, Ibunda Akbar Alamsyah: Anak Saya Disiksa..."