YLKI Rilis Hasil Penelitian, Pemanis Buatan Picu Penyakit Ginjal Hingga Kanker

Bahan tambahan pangan tersebut tidak memiliki nilai gizi dan bisa memicu penyakit diabetes

YLKI Rilis Hasil Penelitian, Pemanis Buatan Picu Penyakit Ginjal Hingga Kanker
Tribunnews.com/Mafani Fidesya Hutauruk.
Natalya Kurniawati, Peneliti YLKI 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menjelaskan hasil penelitiannya tentang pemanis buatan di kantornya, Pancoran, Jakarta, (11/10/2019).

Penelitian berjudul Efektivitas Penandaan Kandungan Pemanis Buatan Pada Label Pangan dilakukan atas keperihatinan YLKI kepada para konsumen.

Survey dilakukan YLKI kepada tiga kelompok ibu-ibu hamil, menyusui dan memiliki anak balita.

Para Ibu tersebut mengaku sering mendengar pemanis buatan namun tidak banyak mengerti tentang bahayanya.

Penelitian mengungkapkan beberapa penyakit dapat muncul akibat terlalu banyak mengonsumsi pemanis buatan.

Baca: Pasca Penusukan Wiranto, Polisi Tingkatkan Patroli Termasuk di Kediaman Presiden Jokowi di Solo

Penyakit yang dapat muncul yaitu gangguan ginjal, kegemukan, penyakit saraf, hingga kanker.

Pasalnya, bahan tambahan pangan tersebut tidak memiliki nilai gizi.

Sering diklaim bahwa pemanis buatan aman bagi mereka penderita diabetes.

Peneliti YLKI, Natalya Kurniawati mengatakan,  justru pemanis buatan dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Baca: Bus Umum Murah Berkeliling Ikebukuro Jepang dengan Sopir Cantik

"Penyakit diabetes sering disebut sebagai lingkaran setan karena penyakit tersebut dapat mengundang penyakit lain. Begitu banyak penderita diabetes yang meninggal, bukan karena diabetes tetapi penyakit lain yang datang karena diabetes tersebut," ucapnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved