Kebakaran Hutan dan Lahan

Kabut Asap di Palembang, KSAD Perintahkan Kegiatan Seremonial dan Protokoler Tidak Diprioritaskan

Ia pun menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan sudah diberikan ke Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Kabut Asap di Palembang, KSAD Perintahkan Kegiatan Seremonial dan Protokoler Tidak Diprioritaskan
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Siswa sekolah dasar berjalan di kawasan Jakabaring yang diselimuti kabut asap, Palembang, Senin (14/10/2019). Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang tersebut berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan. Pada pagi hari kualitas udara (PM10) di Palembang telah mencapai pada level berbahaya. TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan sudah berkomunikasi dengan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan di Palembang terkait dengan tebalnya asap karhutla di sana.

Andika mengatakan, dalam komunikasi terakhirnya dengan Irwan, ia meminta agar kegiatan yang sifatnya seremonial dan protokoler tidak perlu diprioritaskan sehingga personel Kodam II Sriwijaya dapat fokus menangani karhutla.

"Kegiatan yang bersifatnya seremonial, protokoler, tidak perlu diprioritaskan, supaya mereka benar-benar fokus. Itulah komunikasi kami terakhir dengan Pangdam di Palembang," kata Andika di Markas Besar TNI Angkatan Darat Jakarta Pusat pada Selasa (15/10/2019).

Baca: Sandiaga Uno Resmi Kembali ke Gerindra

Ia pun menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan sudah diberikan ke Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Untuk itu, ia pun telah memerintahkan agar Pangdam II Sriwijaya untuk fokus operasi baik pengamanan wilayah maupun operasi lain yang ditugaskan oleh Mabes TNI.

"Untuk kebakaran hutan, tugas itu sudah diberikan oleh Panglima TNI. Tapi yang kami perintahkan kepada para Panglima Kodam dalam hubungannya pembinaan dengan kami, itu setiap hari fokus ke operasi. Operasi pengamanan di wilayah, maupun operasi lain yang ditugaskan oleh Mabes TNI," kata Andika.

Diberitakan Tribun Pekanbaru sebelumnya, kondisi udara di Palembang, Sumatera Selatan saat ini bertatus berbahaya karena tebalnya kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Karhutla di Sumsel menyebabkan asap pekat menyelimuti beberapa wilayah, sehingga mengganggu kesehatan.

Salah satunya aktivitas pendidikan harus diliburkan di Kota Palembang, Sumatera Selatan hari ini, Senin (14/10/2019).

Asap akibat karhutla menyebabkan aktivitas pendidikan diliburkan.

Kabut asap tebal yang ditimbul di Wilayah Sumatera Selatan adalah akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari hasil pantauan, khususnya di kota Palembang, pada Senin 14 Oktober 2019 pagi, jarak pandang berkisar 200 meter.

Tak terkecuali dibandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, jarak pandang yang terbatas mengkibatkan beberapa pesawat delay.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved