Menkopolhukam Wiranto Diserang

Penyerang Wiranto Juga Perintahkan Anaknya Tusuk Polisi

Polri merilis pengungkapan kasus terorisme pasca-penusukan Menko Polhukam Wiranto yang melibatkan suami istri, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara

Penyerang Wiranto Juga Perintahkan Anaknya Tusuk Polisi
Istimewa
Posisi pelaku sebelum aksi penusukan terjadi kepada Menkopolhukam Wiranto di Alun-Alun Mens, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri merilis pengungkapan kasus terorisme pasca-penusukan Menko Polhukam Wiranto yang melibatkan suami istri, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara (31) dan Fitri Andriana atau Fitria Diana (21).

Selain istri, Abu Rara juga melibatkan anaknya berusia 13 tahun untuk melakukan hal sama ke polisi.

Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/10).

Dedi mengatakan, Abu Rara menyiapkan tiga senjata tajam jenis kunai untuk aksi amaliah berupa penyerangan terhadap pejabat negara dan polisi. Satu pisau dipegangnya, satu pisau diberikan ke istri dan satu pisau lainnya diserahkan ke anaknya.

"Anaknya menggunakan pisau ini dan sudah diperintahkan oleh Abu Rara untuk melakukan serangan terorisme kepada kepolisian," ujar Dedi sembari menunjukkan barang bukti kunai yang disita dari anak Abu Rara.

Baca: Didepak PSM Makassar, Begini Curhatan Agen Eks Pemain Real Madrid

Baca: Viral Kisah Pernikahan Super Hemat, Habiskan Biaya Rp 250 Ribu untuk Satu Menu Makanan Para Tamu

Baca: 3 Tragedi Kelam Jelang Pelantikan Jokowi, Polemik RUU KPK, Papua Membara, Ricuh Demo Mahasiswa

Anak dari Abu Rara itu tak melaksanakan penyerangan ke polisi sebagaimana permintaan ayahnya karena tidak memiliki keberanian.

"Tapi anaknya mengurungkan niatnya karena anaknya tidak berani. Yang berani (melakukan serangan,-red) itu adalah Abu Rara sendiri dan istrinya," kata dia.

Dua pisau kunai yang digunakan Abu Rara dan istrinya sedang diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk memastikan sampel DNA para pelaku.

Sebelumnya, Dedi menyampaikan Abu Rara bersama istri yang diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), telah merencanakan aksi amaliah sejak jauh hari. Abu Rara bersama istri dan anaknya tinggal di rumah kontrakan di  Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, sejak setahun lalu.

Pada Kamis, 10 Oktober 2019, Abu Rara secara kebetulan mendengar suara helikopter yang mendarat dekat tempat tinggalnya. Dia mengetahui tamu yang menaiki helikopter tersebut adalah pejabat.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved