PKB Minta Jokowi Saksama dalam Menyusun Kabinet

Jubir DPP PKB Syaiful Huda meminta presiden Jokowi jangan terlalu terburu-buru dalam menyusun serta mengumumkan jajaran kabinetnya

PKB Minta Jokowi Saksama dalam Menyusun Kabinet
ISTIMEWA
Presiden terpilih dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) dan Kiai Maruf Amin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut penyusunan kabinet pemerintahan 2019-2024 telah rampung. ada kemungkinan pengumuman kabinet dilakukan pada hari pelantikan 20 Oktober mendatang.

Jubir DPP PKB Syaiful Huda meminta presiden Jokowi jangan terlalu terburu-buru dalam menyusun serta mengumumkan jajaran kabinetnya.

Ia menyarankan presiden matang dan selektif memilih pembantunya dengan mempertimbangkan banyak aspek termasuk program kerja dalam llima tahun kedepan.

“Kami menilai ada baiknya proses penyusunan kabinet dilakukan dengan tidak tergesa dan mempertimbangkan segala aspek baik kapasitas, kapabilitas calon pembantu presiden maupun pertimbangan politis terkait soliditas kabinet selama lima tahun bekerja,” ujarnya dalam pesan tertulis, Jumat, (18/10/2019).

Apalagi menurutnya presiden memiliki waktu 2 pekan setelah dilantik untuk menyusun kabinetnya.

Baca: Wajah Lama yang Diprediksi Masuk Kabinet Jokowi-Naruf

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39/2008 tentang Kementerian Negara.

“Akan lebih baik waktu tersebut dimanfaatkan secara seksama sehingga kabinet yang terbentuk betul-betul menjawab tantangan berat pemerintah dalam lima tahun mendatang,” katanya.

Banyak tantangan yang dihadapi pemerintahan ke depan, sehingga memerlukan menteri yang tepat, yakni ancaman resesi global. Resesi tersebut tidak hanya pada sektor ekonomi, melainkan juga pada sektor sosial dan politik.

“Guncangan ekonomi akibat perang dagang antara Tiongkok-Amerika diprediksi Bank Dunia akan memicu pelambatan pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik. Kondisi ini pasti akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang akan memicu penurunan produktivitas sehingga ancaman pengangguran nyata adanya,” katanya.

Baca: Pengamat Harap Pemerintahan Jokowi Periode II, Dapat Prioritaskan Program Keselamatan Transportasi

Di sisi lain kondisi politik saat ini cenderung kurang sehat dan seimbang. Mayoritas partai yang merapat ke pemerintahan akan melemahkan pengawasan.

“Tantangan-tantangan tersebut membutuhkan person-person kuat di kabinet, sehingga proses memilih mereka harus dilakukan secara seksama dan sekali lagi tidak perlu terburu-buru,” pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved