Serah Terima Memori Jabatan ke Ma'ruf Amin, JK : Tugas Wapres Tak Mudah

Sehingga diharapkan yang menjabat posisi Wapres dapat mengetahui pekerjaan pendahulunya.

Serah Terima Memori Jabatan ke Ma'ruf Amin, JK : Tugas Wapres Tak Mudah
Biro Setwapres
Wakil Presiden RI 2014-2019, Jusuf Kalla, menyerahkan 'Buku Memori Jabatan Wakil Presiden RI Periode 2014-2019' kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, di Istana Wakil Presiden RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI 2014-2019, Jusuf Kalla (JK), melakukan serah terima memori jabatan kepada Wapres RI 2019-2024, Ma'ruf Amin, di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Senin (21/10). 

Dalam kesempatan itu, JK mengaku terkenang lima tahun yang lalu juga berada dalam posisi Ma'ruf Amin. Saat itu dirinya menerima memori jabatan dari Boediono selaku Wapres 2009-2014.

"Tepat 5 tahun yang lalu saya di sini dalam posisi seperti Pak Kiai Ma'ruf hari ini, ialah menerima memori jabatan dari Pak Boediono. Sekarang hari ini saya memberikan memori kepada Bapak, itu tanda suatu pemerintahan itu berkelanjutan," ujar JK, di lokasi, Senin (21/10/2019). 

Baca : Inikah Daftar Menteri Jokowi 2019 - 2024?Ada 2 Kelahiran Sumut di Kabinet Kerja Jilid 2, Bukan Luhut

Baca : 1 Sosok Ini Tak Kuasa Tolak Perintah Jokowi Jadi Menteri, Sebenarnya Lebih Suka Tetap Kepala Daerah

Baca: Eggi Sudjana Diperiksa dan Diamankan sebagai Saksi terkait Kasus Perakitan Bom, Ponselnya Disita

Baca: Jokowi Memerlukan Ekonom yang Sanggup Tumbuhkan Ekonomi Hingga 8 Persen

Ia kemudian menekankan pemerintahan yang baik adalah yang berkelanjutan. Sehingga diharapkan yang menjabat posisi Wapres dapat mengetahui pekerjaan pendahulunya.

Selain itu, suami Mufidah Jusuf Kalla itu menilai pekerjaan Wapres tidaklah mudah. Ia menegaskan kekuatan dari Wapres adalah rapat. 

"Tugas wapres memang tidak mudah karena kekuatan kita, Pak, itu hanya rapat, hasil rapat. Itu karena kalau presiden ada perpres, menteri ada kepmen, keputusan menteri, tidak ada kepwapres gitu kan, yang ada adalah suatu cara membantu presiden dan juga bagaimana kekuatannya itu adalah hasil rapat, notulen rapat. Juga memang cara kepemimpinan Pak Jokowi itu ialah kolegial, kolektif, artinya semua keputusan diambil dalam rapat juga. Karena itulah maka harus dipahami disiapkan baik-baik gitu. Itulah harapan saya," kata dia. 

Lebih lanjut, ia mendoakan agar Ma'ruf Amin sukses dan juga mengharapkan agar semua pihak membantu beliau dalam menjalankan tugasnya ke depan, terutama dalam membantu Presiden Joko Widodo. 

"Sekali lagi saya harapkan keberhasilan dan sukses Bapak Ma'ruf Amin untuk mencapai cita-cita dan konstitusi untuk membantu Bapak Presiden menjalankan tugasnya baik-baik untuk kemajuan kita semua. Sekali lagi terima kasih dan tentu sekali lagi harapan saya kalian semua membantu Bapak Wapres untuk keberhasilan tugas-tugas kita semua," ucap JK.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved