KPK Periksa 12 Saksi Telusuri Uang Suap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut aliran dana suap yang diterima Bupati Bengkayang nonaktif, Suryadman Gidot.

KPK Periksa 12 Saksi Telusuri Uang Suap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Bupati Bengkayang non-aktif Suryadman Gidot meninggalkan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019). Suryadman Gidot telah ditahan terkait kasus suap proyek di lingkungan Kabupaten Bengkayang. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut aliran dana suap yang diterima Bupati Bengkayang nonaktif, Suryadman Gidot.

Suryadman Gidot diketahui menjadi tersangka kasus suap proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat tahun 2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penelusuran aliran dana dilakukan melalui proses pemeriksaan terhadap 12 saksi dari berbagai unsur.

Baca: Barcelona Incar Lautaro Martinez di Bursa Transfer Mendatang Bisa Gantikan Luis Suarez

Dia menyebut, pemeriksaan dilakukan penyidik KPK di Polresta Pontianak sejak Senin (21/10/2019) hingga Selasa (22/10/2019).

“Agenda pemeriksaan para saksi untuk mengonfirmasi fakta terkait dugaan suap yang diterima Bupati Kabupaten Bengkayang dari beberapa pihak seperti beberapa kepala dinas dan PNS di Kabupaten Bengkayang, serta pihak swasta terkait perkara," ujar Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Terkait saksi swasta, kata Febri, penyidik turut mendalami pemberian uang suap kepada politikus Partai Demokrat itu melalui anak buahnya Aleksius selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang.

Baca: Sekelumit Cerita Rinaldy Yunardi Buat Mahkota Untuk Madonna

“Penyidik mendalami ihwal pengetahuan saksi pihak swasta terkait dugaan pemberian-pemberian dana yang diberikan kepada bupati melalui Kadis PUPR," kata dia.

Febri mengatakan, proses penelusuran aliran dana suap dari pemeriksaan saksi akan terus dilakukan penyidik KPK.

Karena itu, pemeriksaan terhadap para saksi akan berlanjut pada Rabu (23/10/2019).

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved