Soal Kasus Tewasnya Guru dan Pelajar, KPAI Surati Gubernur Sulawesi Utara

Upaya pengawasan tersebut karena terjadi dua kasus kekerasan di lingkungan sekolah hingga timbulnya korban jiwa

Soal Kasus Tewasnya Guru dan Pelajar, KPAI Surati Gubernur Sulawesi Utara
Wqad.com
Datang ke pesta mantan padahal tak diundang, pria ini justru menikam bokong mantan dengan pisau dapur dan menyalahkannya atas penyebab putus. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengawasi langsung kedua sekolah di kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Upaya pengawasan tersebut karena terjadi dua kasus kekerasan di lingkungan sekolah hingga timbulnya korban jiwa.

Baca: Lanjutkan Kunjungan Kerja, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Bermalam di Ambon

Mereka yang menjadi korban, yaitu seorang guru di SMK dan seorang siswa di SMP.

Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memfasilitasi rapat koordinasi dengan organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait.

"KPAI akan melayangkan surat kepada Gubenur Provinsi Sulawesi Utara terkait pengawasan ke sekolah dan rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Utara dan OPD terkait serta kepolisian pada 11-13 November 2019," kata dia, Senin (28/10/2019).

Dia menjelaskan, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara memiliki kewenangan untuk jenjang SMK, Dinas Pendidikan Kota Manado yang memiliki kewenangan untuk jenjang SMP.

Menurut dia, dinas pendidikan perlu didorong untuk membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan sesuai Permendikbud Nomor 82 tahun 2019.

"Dinas Pendidikan sebagai unsur pemerintah wajib melindungi para guru juga ketika menjadi korban karena menegakan aturan di sekolah. Jangan sampai para kepala sekolah dan guru takut menegakan aturan karena berpotensi menjadi korban kekerasan pihak yang diberikan sanksi karena pelanggaran aturan," ujarnya.

Lalu, Dinas PPA dan P2TP2A Provinsi Sulawesi Utara, kata dia, perlu dilibatkan untuk pemenuhan hak-hak anak pelaku, di antaranya rehabilitasi psikologis.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved