Jurus Indonesia Jika Isu Karhutla dan Asap Diangkat di KTT ASEAN

Mengenai Laut China Selatan (LCS), Ditjen Kerjasama ASEAN tersebut berujar Indonesia telah melakukan perundingan first reading yang sudah diselesaikan

Jurus Indonesia Jika Isu Karhutla dan Asap Diangkat di KTT ASEAN
Larasati Dyah Utami
Jose Antonio Morato Tavares, direktorat jenderal (Ditjen) kerja sama ASEAN, di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Rabu (31/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan penjelasan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta asap jika isu tersebut akan diangkat pada KTT ASEAN di Bangkok.

"Indonesia siap menjelaskan kalau kita sudah mengambil berbagai langkah. Karhutla sudah dipadamkan secara cepat dan memang ini tergantung pada kondisi iklim diluar kontrol kita" ujar Jose Antonio Morato Tavares, direktorat jenderal (Ditjen) kerja sama ASEAN, Rabu (30/10/2019).

Jose juga berujar nantinya pemerintah akan menjelaskan berbagai langkah tegas Indonesia pada oknum yang menjadi penyebab terjadinya karhutla dan asap disebagian wilayah Indonesia beberapa bulan terakhir yang berdampak pada tingkat polusi di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Baca: Mendagri Tito Karnavian Pastikan Papua Selatan Siap Menjadi Provinsi Baru

"Ada lebih dari 200 orang ditahan untuk diproses hukum termasuk juga wakil dari perusahaan-perusahaan, kami juga telah menyegel beberapa perusahaan terkait ini" ujarnya.

Mengenai Laut China Selatan (LCS), Ditjen Kerjasama ASEAN tersebut berujar Indonesia telah melakukan perundingan first reading yang sudah diselesaikan di Penang, Malaysia pada tahun ini.

Adapun second reading sudah mulai dilaksanakan di Vietnam. Menurut Jose, second reading merupakan tahap yang paling sulit daripada first reading.

Baca: Kasus Sunjaya, KPK Perpanjang Masa Pelarangan ke Luar Negeri GM Hyundai

Jose berharap perundingan ini bisa menghasilkan sesuatu yang menjadi kompromi dan komitmen untuk dilakukan bersama.

"Sekarang kita fokus pada substansi kode tata prilaku yang mengatur LCS agar bisa menghasilkan sesuatu yang substantive dan sustainable. Itu yang kita harapkan jadi kontribusi kepada perdamaian dan stabilitas kawasan ASEAN" ujarnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved