Sabtu, 30 Agustus 2025

Respons Wakil Ketua DPR Sikapi Istilah Manipulator Agama yang Dilontarkan Jokowi

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara terkait usulan Jokowi mengubah istilah radikalisme menjadi manipulator agama.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua DPR RI Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Taufik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara terkait usulan Jokowi mengubah istilah radikalisme menjadi manipulator agama.

Menurutnya Komisi III DPR RI akan berkoordinasi dengan ahli tata bahasa mengenai istilah yang tepat untuk menggambarkan sejumlah aksi radikal di Indonesia.

"Karena kita juga di komisi III kan lagi coba berkoordinasi dengan ahli bahasa, sebenarnya apa kata yang tepat. Karena itu kan penjabarannya juga rumit," Kata Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Baca: Masinton Sebut Jokowi Beri Teladan Hormati Proses Hukum di MK Dengan Tidak Terbitkan Perppu KPK

Sufmi Dasco Ahmad mengaku belum bisa berkomentar terlalu jauh terkait istilah tersebut.

Ia belum mengetahui maksud yang disampikan presiden dan belum mengetahui istilah yang tepat untuk mengganti kata radikalisme.

"Ya saya tahu bahwa itu ada apa namanya, istilah istilah yang diberikan kepada presiden. Saya pikir nanti, saya belum bisa komentar," katanya.

Baca: BPIP dan BNPT Jalin Kerja Sama Ajak Milenial Sebarkan Pesan Damai dan Anti Radikalisme

Sebelumnya, masalah radikalisme yang meluas di tanah air rupanya turut menjadi perhatian dari Presiden Jokowi.

Dalam rapat terbatas (ratas), Kamis (31/10/2019) Jokowi meminta jajarannya melakukan upaya serius mencegah radikalisme.

"Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut mengenai radikalisme," ungkap Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta.

Baca: Idham Azis Resmi Jadi Kapolri & Naik Pangkat Jenderal, Segini Besaran Gaji dan Total Kekayaannya

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi melempar wacana agar merubah istilah gerakan radikalisme dengan sebutan 'manipulator agama'.

"Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan selain radikalisme, misalnya manipulator agama," ucap Jokowi.

Soal tindak lanjut hal itu, Jokowi menyerahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD untuk mengkoordinasikannya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan