Kabinet Jokowi

Eggi Sudjana Jelaskan Alasannya Dukung Prabowo Jadi Menteri Jokowi

Eggi yang saat ini bernaung di bawah PAN menambahkan, potensi kerusuhan itu bukanlah dibuat-buat.

Eggi Sudjana Jelaskan Alasannya Dukung Prabowo Jadi Menteri Jokowi
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Eggi Sudjana saat keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin (24/6/2019). Eggi Sudjana Ditangkap Terkait Kasus Makar, Pengacara Eggi: Tersangka Bom Perakit Pernah WA ke Eggi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut rela dipilih Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan demi menghindari perang saudara.

Hal ini disampaikan oleh mantan juru kampanye Prabowo dalam Pilpres 2019, Eggi Sudjana.

Eggi memaklumi keputusan Prabowo untuk menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju.

"Saya sebagai pendukung Prabowo, dan saat beliau masuk di situ (kabinet Presiden Joko Widodo), saya terima rasionalitasnya," ujar Eggi dalam diskusi bertajuk 'Sinyal Persatuan di Balik Kabinet yang Bikin Kaget' di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019) seperti dikutip dari artikel Kompas.com berjudul "Kata Eggi Sudjana, Prabowo Rela jadi Menteri Karena Takut Perang Saudara".

Baca: Prabowo Dipilih Jokowi Jadi Menhan Dinilai Berdampak Positif, Pengamat: Saya Kaget Kok Internet Sepi

Baca: Komentar Ahmad Dhani Saat Tahu Prabowo Jadi Menhan, Dari Nol Lagi

Menurut Eggi, Prabowo tak ingin Indonesia mengalami perang saudara sebagaimana terjadi di Yaman, Lebanon, Suriah dan Bosnia.

Eggi menyebut, kekhawatiran itu terucap langsung dari mulut Prabowo.

"Anda tahu Yaman, Suriah, Lebanon, Bosnia dan lain-lainnya perang saudara, saling bunuh-membunuh. Sementara pendukung saya (Prabowo) 68 juta berdasarkan riil hasil pemilu," ujar Eggi.

"Bagaimana kalau dibenturkan dengan fakta yang ada? Bisa saling bunuh, bisa membahayakan bangsa kita," lanjut dia menirukan ucapan Prabowo.

Eggi yang saat ini bernaung di bawah PAN menambahkan, potensi kerusuhan itu bukanlah dibuat-buat.

Salah satu bukti nyata adalah kerusuhan yang dapat dengan mudah terjadi di Papua.

Oleh sebab itu, Prabowo terpaksa mundur dari arena pertarungan politik dan memilih bersatu dengan rivalnya dalam Pilpres 2019.

Prabowo, lanjut Eggi, juga pernah menyatakan bahwa jabatan dan popularitasnya dikorbankan untuk menjaga tumpah darah Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved