Sikapi Pernyataan Mendagri, Ormas Gibas: Kami Bukan Preman

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah di seluruh Indonesia lebih tegas mengelola lahan parkir.

Sikapi Pernyataan Mendagri, Ormas Gibas: Kami Bukan Preman
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ketua Gibas Kota Bekasi Deny Muhammad Ali di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin, (4/11/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah di seluruh Indonesia lebih tegas mengelola lahan parkir.

Tito Karnavian mengatakan retribusi parkir yang menggiurkan berpotensi menimbulkan pungutan liar oleh preman berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas).

Sehingga, hal tersebut menimbulkan suasana menjadi tidak kondusif dan merugikan pemerintah daerah.

Ujungnya menghambat investasi masuk ke daerah.

Baca: Viral Video Ormas Minta Jatah Parkir, Polisi: Kita Akan Tindak Tegas Segala Bentuk Premanisme

Ketua Ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Kota Bekasi, Deni Muhammad Ali mengatakan pihaknya siap mengikuti apapun aturan mengenai rekrutmen juru parkir.

Pihaknya menolak tudingan Mendagri bahwa ormas menjadi preman dalam urusan penguasaan lahan parkir.

Deni mengatakan pihaknya hanya berusaha mengantarkan rakyat yang tidak memiliki pekerjaan untuk diterima oleh Unit Pelaksana Teknis (UPTB) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi sebagai juru parkir.

Baca: Tito Karnavian Minta Bantuan Polri Telusuri Adanya Aliran Dana ke Desa Fiktif

“Yang perlu digarisbawahi bahwa kami bukan preman, kami resmi terdaftar di Kemenkumham dan Kesbangpol, sementara preman tidak berbadan hukum. Kejadian kemarin bukan premanisme, kami justru memberdayakan dan memperjuangkan hak masyarakat bawah untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Deni saat dihubungi Rabu (6/11/2019).

Deni dan Gibas sendiri sempat menjadi viral ketika videonya melakukan orasi diduga meminta jatah parkir di 600 titik di Kota Bekasi.

Halaman
12
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved