Minggu, 17 Mei 2026

Hari Gizi Nasional

Hari Gizi Nasional ke-66, Pola Makan Masyarakat jadi Perhatian Ahli Gizi

Ketua Umum DPP PERSAGI, Doddy Izwadi mengatakan persoalan gizi di Indonesia saat ini berkaitan dengan kebiasaan makan yang belum sehat.

Tayang:
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
HARI GIZI NASIONAL - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI) Doddy Izwardy menegaskan, persoalan gizi di Indonesia saat ini lebih banyak berkaitan dengan kebiasaan makan yang belum sehat. Hal ini disampaikan di Jakarta, Jumat (23/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Perilaku makan masyarakat masih menjadi tantangan dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati pada 25 Januari 2026.
  • Ketua Umum DPP PERSAGI, Doddy Izwardy menegaskan, persoalan gizi di Indonesia saat ini lebih banyak berkaitan dengan kebiasaan makan yang belum sehat.
  • Berdasarkan data dari 2007, tingkat konsumsi buah dan sayur hanya sekitar 5 persen dari yang dianjurkan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masalah gizi di Indonesia tidak berhenti pada stunting.

Perubahan perilaku makan masyarakat, terutama rendahnya konsumsi buah dan sayur, masih jadi tantangan dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2026.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI) Doddy Izwardy menegaskan, persoalan gizi di Indonesia saat ini lebih banyak berkaitan dengan kebiasaan makan yang belum sehat.

"Bukan hanya stunting, tapi perilaku masyarakat yang kebanyakan makan untuk kenyang saja," kata dia di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan data dari 2007, tingkat konsumsi buah dan sayur hanya sekitar 5 persen dari yang dianjurkan.

Padahal di Indonesia, buah dan sayur tidak kekurangan.

Menurutnya, persoalan ini bukan soal akses, melainkan soal kebiasaan dan pengetahuan.

"Banyak masyarakat belum memahami pentingnya buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral. Pepaya, mangga, alpukat, singkong, daun singkong semua ada di sekitar. Bahkan bisa ditanam sendiri. Tapi tetap tidak dimakan,” sebut dia.

Perubahan perilaku makan ini tidak bisa dilakukan secara cepat.

Edukasi harus dilakukan terus-menerus dan konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Untuk mendorong perubahan perilaku makan sejak dini, pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Tema dan Logo Hari Gizi Nasional 2026 Resmi dari Kemenkes, Lengkap dengan Link Downloadnya

Ia menilai, program pemerintah ini memiliki peran strategis. Program MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi menjadi pintu masuk perubahan perilaku.

Melalui program ini, anak-anak diperkenalkan pada konsep Pedoman Gizi Seimbang terutama melalui apa yang disebut sebagai “isi piring”.

Anak belajar mengenali sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara langsung dari makanan yang mereka konsumsi sehari-hari—mulai dari nasi atau singkong, telur, ikan, tahu, tempe, hingga buah dan sayur.

“Masalah gizi bukan hanya soal angka, tapi soal perilaku. Dan mengubah perilaku itu butuh waktu, komitmen, dan kerja bersama,” tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved