Eksklusif Tribunnews

Antaasari Azhar: Saya Tidak Bisa Dipilih Sebagai Dewas KPK

Selain itu, para tokoh juga diminta pandangannya terhadap sosok-sosok yang dipandang pantas mengisi posisi Dewan Pengawas KPK.

Antaasari Azhar: Saya Tidak Bisa Dipilih Sebagai Dewas KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman memastikan proses seleksi calon Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjalan transparan.‎ Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah mengundang sejumlah tokoh masyarakat yang kompeten di bidangnya untuk dimintai masukan.

Selain itu, para tokoh juga diminta pandangannya terhadap sosok-sosok yang dipandang pantas mengisi posisi Dewan Pengawas KPK.

Mensesneg Pratikno memimpin langsung tim internal yang bertugas menggodok nama-nama calon anggota Dewan Pengawas KPK.

Basuki Tjahaja Purnama dan Antasari Azhar
Basuki Tjahaja Purnama dan Antasari Azhar ((Kompas.com) (Persda/Bian Harnansa))

Berapa jumlah anggota tim internal hingga siapa saja identitas mereka dirahasiakan oleh pihak istana. Begitu juga dengan nama-nama calon yang sudah mereka kantong dari masukan masyarakat.

Sementara itu, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengaku tak berminat menjadi anggota Dewas lembaga anti rasuah yang pernah ia pimpin.

Baca: ‎Istana Janjikan Transparansi di Seleksi Personil Dewan Pengawas KPK

Antasari menanggapi biasa saja, saat namanya disebut-sebut akan menempati jabatan yang dimaksud. Antasari kemudian menjelaskan soal pro kontra keberadaan Dewas KPK, yang dinilai publik, bakal memunculkan konflik kepentingan.

"Apakah melalui pansel atau presiden, yang penting orangnya. Syaratnya apa, orang yang ngerti teknis hukum, ngerti unsur," kata Antasari, Kamis (7/11/2019).

Berikut petikan wawancara khusus dengan Antasari Azhar.
Menurut Anda, bagaimana kriteria yang cocok untuk Dewan Pengawas KPK?
Sekarang kan Pak Pratikno yang ditunjuk Presiden jadi ketua seleksi Dewas, tanya beliau saja. Tapi begini, yang penting itu orangnya, the right man on the right place.

Mau dipilih Pansel tapi kalau orangnya amburadul, ya amburadul saja. Jadi harus betul-betul selektif, berintegritas, paham, dan mengerti teknis hukum. Jangan sampai dikritisi oleh yang diawasi.

Lebih tepat mantan komisioner KPK?
Salah satunya itu.

Baca: Istana: Dewan Pengawas KPK Bebas Dari Mantan Narapidana

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved