Kongres NasDem: Surya Paloh Sindir Balik Jokowi hingga Pujian Anies Baswedan

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh membalas sindiran Presiden Jokowi terkait pertemuan partainya dengan partai oposisi, PKS.

Kongres NasDem: Surya Paloh Sindir Balik Jokowi hingga Pujian Anies Baswedan
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka Kongres II Partai NasDem di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menuturkan, di kalangan elite politik terlalu banyak intrik dan kecurigaan yang mengundang sinisme.

Bahkan, kata Surya Paloh, sampai-sampai rangkulan sesama teman pun dicurigai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Surya Paloh saat berpidato dalam Kongres Nasdem II yang digelar Jumat (8/11/2019) malam.

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain."

"Hingga kita berkunjung ke kawan, mengundang kecurigaan," kata Surya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kanan) usai mengadakan pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan saling menjajaki untuk menyamakan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kanan) usai mengadakan pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan saling menjajaki untuk menyamakan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ia juga menyebut bahwa ada yang mencurigai saat sesama politisi saring merangkul.

Kecurigaan itu, kata Surya, merupakan diskursus politik yang paling picisan karena dimaknai dengan berbagai tafsir dan kecurigaan.

"Hubungan, rangkulan tali silaturahmi itu dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," ujar Surya.

Surya Paloh lalu menyebut, sistem demokrasi yang dianut di Indonesia begitu liberal, tetapi penerapannya sangat ortodoks konservatif.

BACA SELENGKAPNYA >>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Adya Rosyada Yonas
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved